Perbankan

59 Bank Punya Rasio Surat Berharga di Atas 19%, Ini Kata BI

Bank Indonesia memetakan 116 bank berdasarkan RIM dan rasio surat berharga terhadap pendanaan. Sebanyak 59 bank memiliki rasio di atas 19%.

4 hari yang lalu · 2 mnt baca
59 Bank Punya Rasio Surat Berharga di Atas 19%, Ini Kata BI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bank Indonesia mengungkapkan terdapat 59 bank yang memiliki rasio kepemilikan surat berharga terhadap total pendanaan di atas 19%. Rasio tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan Bank Indonesia untuk memetakan pengelolaan likuiditas dan keputusan portofolio perbankan.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Alexander Lubis mengatakan surat berharga pada dasarnya dibutuhkan perbankan sebagai buffer atau penyangga likuiditas. Namun, meningkatnya daya tarik imbal hasil atau yield surat berharga juga dapat mendorong bank menjadikannya sebagai instrumen investasi.

"Ternyata ada bank yang RIM-nya di atas 84%, SSB per funding-nya di atas 19%. 19% ini apa? Ini adalah rasio, surat-surat berharga, dari total pendanaan," ujar Alex saat Taklimat Media, Jakarta, Jumat (28/8).

Menurut Alexander, angka 19% tersebut merupakan rasio yang untuk sementara dinilai sebagai level optimal berdasarkan asesmen Bank Indonesia terhadap berbagai faktor dan model. Namun, batas tersebut tidak bersifat statis dan dapat berubah mengikuti kondisi perekonomian serta perkembangan pasar keuangan.

Pihaknya kemudian memetakan 116 bank ke dalam empat kelompok berdasarkan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) dan rasio surat berharga terhadap total pendanaan.

Kelompok pertama terdiri atas 34 bank dengan RIM di atas 84% dan rasio surat berharga terhadap pendanaan di atas 19%. Kelompok ini menguasai sekitar 11,7% dari total surat berharga perbankan.

Sementara itu, 25 bank lainnya berada pada kelompok kedua, yakni memiliki RIM di bawah atau sama dengan 84%, tetapi rasio surat berharga terhadap pendanaannya berada di atas 19%.

Alex menilai kelompok kedua menunjukkan adanya bank yang cenderung memilih menempatkan dana pada instrumen investasi ketika tingkat intermediasinya masih relatif rendah.

Adapun kelompok ketiga terdiri atas 13 bank dengan RIM di bawah atau sama dengan 84% dan rasio surat berharga terhadap pendanaan di bawah atau sama dengan 19%. Kelompok ini hanya menguasai sekitar 3,2% dari total surat berharga perbankan.

Sedangkan kelompok keempat merupakan kelompok dengan jumlah bank terbesar, yakni 44 bank.

Kelompok ini memiliki RIM di atas 84%, tetapi rasio surat berharga terhadap pendanaannya berada di bawah atau sama dengan 19%. Kelompok tersebut menguasai sekitar 36,8% dari total surat berharga perbankan.

"Ini adalah perilaku bank dalam menetapkan portofolionya. Saya memilih mana? Saya saluran kredit atau saya keep di instrumen-instrumen likuiditas?" tuturnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bank Indonesia (BI), dan surat berharga dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.