Wae Rebo Ditutup Sementara Usai Gempa M7,7 Guncang Flores
Wae Rebo di Manggarai, NTT ditutup sementara usai gempa M7,7 mengguncang Flores akibat potensi longsor di jalur trekking.

Periskop.id - Wae Rebo, destinasi wisata di Kabupaten Manggarai, NTT, ditutup sementara usai gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores. Penutupan diberlakukan demi keselamatan wisatawan lantaran jalur trekking menuju kawasan itu berpotensi longsor.
Ketua Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo Mikael Tonso menyampaikan, jalur menuju permukiman adat tersebut belum bisa dipastikan aman pasca-gempa. Ia menyebut kondisi itu jadi alasan utama penutupan sementara akses wisata.
"Potensi longsor karena gempa. Jalur trekking belum dipastikan aman," kata Mikael Tonso, Minggu (16/8) pagi.
Mikael menjelaskan, penutupan kunjungan wisatawan sudah berlaku sejak Sabtu (15/8) pagi, tak lama setelah gempa terjadi. Langkah itu diambil sebagai antisipasi dini sebelum ada pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalur.
Berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo dikenal sebagai "surga di atas awan". Destinasi ini memiliki tujuh rumah adat Mbaru Niang yang jadi ikon desa wisata tersebut.
Selain panorama alam, Wae Rebo juga dikenal lewat kekayaan budayanya. Wisatawan yang berkunjung biasanya menikmati keindahan alam sekaligus merasakan keramahan masyarakat setempat.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu (15/8) pagi. Titik gempa berada di laut dengan kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT. Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan.
Gempa tersebut turut berdampak pada sejumlah bangunan di Labuan Bajo, termasuk resor dan hotel bintang empat. Para tamu hotel berhamburan keluar, sementara warga di kawasan pesisir ikut meninggalkan rumah karena khawatir tsunami.
Hingga Sabtu malam, tercatat 47 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah korban lain masih dilaporkan tertimbun, tersebar di beberapa wilayah Flores yang terdampak gempa.
Mikael menambahkan, pengelola akan melakukan survei jalur trekking dan pengecekan rumah niang secara menyeluruh sebelum kembali membuka akses bagi wisatawan.
"Setelah survei jalur trekking dan pengecekan rumah niang secara menyeluruh, nanti baru akan diupdate lagi kapan buka," ujar Mikael.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai gempa bumi, dan Gempa NTT dengan mengeklik tautan.









Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.