Puan: Perbedaan Politik Wajar, tapi Harus Bersatu Lindungi Rakyat
Ketua DPR RI Puan Maharani tegaskan perbedaan politik wajar dalam demokrasi, tapi seluruh pihak harus bersatu dalam tujuan melindungi dan mensejahterakan rakyat.

Periskop.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan perbedaan pandangan politik merupakan bagian yang wajar dalam sistem demokrasi. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang membahas penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027.
Puan menjelaskan, setiap pihak berhak memiliki pandangan berbeda mengenai pendekatan yang tepat dalam membangun negara. Ia menegaskan keberagaman pandangan tersebut merupakan ciri alami dari sistem demokrasi yang dianut Indonesia.
"Perbedaan politik adalah wajar dalam demokrasi. Kita boleh berbeda pandangan mengenai cara membangun negara," kata Puan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menegaskan meski terdapat perbedaan pendekatan, seluruh elemen bangsa tetap harus memiliki tujuan akhir yang sama. Puan merinci sejumlah tujuan besar yang menjadi titik temu di tengah keberagaman pandangan politik tersebut.
"Namun, kita harus bersatu dalam tujuan melindungi rakyat, memperkuat kedaulatan, memajukan kesejahteraan, dan mewujudkan keadilan sosial," tegas Puan.
Pernyataan ini disampaikan Puan dalam rangkaian pidatonya yang menekankan pentingnya persatuan sebagai fondasi keberhasilan pembangunan nasional. Ia menyampaikan pesan ini menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Rapat Paripurna DPR RI ini turut menandai pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 dan menjadi forum penyampaian pidato kenegaraan Presiden terkait RUU APBN 2027.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Sidang Tahunan MPR, dan Nota Keuangan dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.