Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Pelemahan ini disebut menyusul keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut keputusan bank sentral Amerika Serikat itu bakal jadi pertimbangan baru bagi investor global dalam menentukan sikap terhadap pasar negara berkembang. Ia menilai ada hal tak biasa dari proses pengambilan keputusan The Fed kali ini.
"Dengan demikian, para pelaku investor menilai bahwa sikap The Fed menjadi lebih hawkish dan memperhitungkan bahwa kemungkinan suku bunga tetap tinggi lebih lama," kata Nafan lewat catatannya, Kamis (30/7).
Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga tersebut diwarnai perbedaan suara di internal Federal Open Market Committee (FOMC). Tiga dari 12 anggota berhak suara memilih menaikkan Fed Rate sebesar 25 basis poin (bps).
Perbedaan pandangan semacam itu, menurut Nafan, jarang terjadi dalam voting FOMC. Perbedaan suara ini yang kemudian ditangkap pasar sebagai sinyal sikap The Fed makin condong ke arah hawkish.
Sikap hawkish itu berarti bank sentral cenderung menahan atau bahkan menaikkan suku bunga demi meredam inflasi, ketimbang melonggarkan kebijakan moneter. Pelaku pasar pun mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed ke depan.
Nafan menambahkan, pasar kini mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan September 2026 mendatang. Peluang tersebut disebutnya mulai terbuka lebar pasca keputusan terbaru ini.
Proyeksi kenaikan suku bunga lanjutan itu turut mengubah kalkulasi investor terhadap aset-aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Dana asing berpotensi lebih selektif masuk ke instrumen berisiko selama ketidakpastian arah suku bunga AS belum reda.
Situasi tersebut, menurut Nafan, mendorong investor global bersikap lebih prudent terhadap emerging market. Sikap kehati-hatian ini turut menjadi salah satu faktor pembentuk sentimen pasar saham domestik jelang akhir pekan.
Pergerakan Wall Street turut jadi acuan arah IHSG pada perdagangan Kamis. Sejumlah sekuritas menilai tekanan dari bursa saham Amerika Serikat bisa terbawa ke pasar saham dalam negeri seiring investor mencerna dampak keputusan The Fed.
Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed disebut bakal terus dipantau pelaku pasar hingga pertemuan FOMC berikutnya. Investor global disebut lebih prudent terhadap emerging market di tengah proyeksi suku bunga tinggi yang bisa bertahan lebih lama.
Tinggalkan Komentar
Komentar