Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (6/8), berpotensi mencatat penguatan tiga hari beruntun. Penguatan ini didorong optimisme terhadap prospek ekonomi domestik, meski mayoritas bursa Asia justru melemah.
Berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG naik 0,13% atau 8,45 poin ke level 6.359,59. Sebanyak 269 saham menguat, 205 saham melemah, dan 212 saham stagnan, dengan volume transaksi mencapai 3,9 miliar saham senilai Rp1,34 triliun.
Penguatan indeks ditopang tujuh sektor. Sektor bahan baku (IDX Basic) memimpin kenaikan dengan menguat 1,29%, disusul sektor transportasi (IDX Trans) naik 0,61%, dan sektor energi (IDX Energy) menguat 0,29%.
Saham CUAN, HRTA, dan ANTM tercatat sebagai top gainers LQ45. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 3,70% ke Rp700, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 3% ke Rp2.060, dan PT Antam Tbk (ANTM) menguat 2,28% ke Rp3.140.
Di sisi lain, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi top losers LQ45. MAPI turun 2,69% ke Rp1.625, TLKM melemah 1,48% ke Rp2.670, dan UNVR terkoreksi 1,36% ke Rp1.820.
Sentimen positif turut ditopang rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29% secara year on year (YoY). Angka tersebut melampaui konsensus pasar sebesar 5,12% YoY dan memperkuat optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati kelanjutan musim rilis laporan keuangan emiten sebagai katalis utama pergerakan IHSG. Arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi arus modal asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Bursa Asia bergerak berlawanan arah dengan IHSG pada perdagangan Kamis (6/8). Reuters melaporkan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,69%, dipimpin pelemahan saham-saham teknologi.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI merosot 3,64%, sementara indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,57%. Saham Samsung Electronics di Seoul melemah 2,44% dan SK Hynix anjlok 6,95%, sedangkan di Tokyo saham Kioxia turun 9,61% dan Tokyo Electron melemah 4,61%.
Pelemahan bursa Asia mengikuti pergerakan Wall Street pada perdagangan sebelumnya, ketika indeks Nasdaq mengakhiri reli setelah saham SpaceX dan Advanced Micro Devices (AMD) terkoreksi usai merilis laporan keuangan. Meski SpaceX melaporkan imbal hasil investasi artificial intelligence (AI) yang lebih cepat dari perkiraan, investor masih mencemaskan besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan pusat data AI.
Kinerja AMD yang melampaui estimasi analis pun dinilai belum memenuhi ekspektasi pasar yang lebih tinggi. Sentimen ini turut menyeret pergerakan bursa Asia ke zona merah pada perdagangan Kamis.
Di pasar komoditas, harga minyak bergerak relatif stabil. Minyak Brent turun tipis 0,18% menjadi US$79,31 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,35% menjadi US$74,96 per barel. Pergerakan harga minyak masih dipengaruhi perkembangan pembicaraan antara Iran dan Oman terkait usulan kesepakatan yang diharapkan mengakhiri konflik lima bulan antara Amerika Serikat dan Iran.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar