Periskop.id - Gelandang Timnas Spanyol Rodri menutup kisah kebangkitannya usai membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2026. Reuters melaporkan, Spanyol memastikan gelar tersebut lewat kemenangan 1-0 atas Argentina berkat gol Ferran Torres di babak tambahan waktu, sekaligus mengantar Rodri meraih penghargaan pemain terbaik turnamen.

Pencapaian itu datang kurang dari dua tahun setelah Rodri berjuang pulih dari cedera ligamen lutut yang sempat mengancam kariernya. Gelandang berusia 30 tahun ini kini disebut sejajar dengan legenda sepak bola seperti Franz Beckenbauer, Gerd Muller, dan Zinedine Zidane sebagai pemain yang pernah meraih gelar Piala Dunia, Euro, Liga Champions, sekaligus Ballon d'Or sepanjang karier.

"Rasanya seperti skenario yang sempurna. Saya sama sekali tidak menyangka ini akan terjadi," kata Rodri seusai menerima penghargaan pemain terbaik turnamen, dikutip Senin (20/7).

Ballon d'Or 2024 diraih Rodri usai membawa Spanyol menjuarai Euro dan membantu Manchester City mencatat rekor 74 pertandingan tanpa kekalahan. Rekam jejak itulah yang membuat kebangkitannya usai cedera terasa lebih istimewa baginya.

"Saya ingin generasi muda melihat bahwa seorang pemain bisa mencapai puncak, kemudian jatuh ke titik terendah, lalu bangkit kembali. Ini adalah pelajaran tentang bagaimana mengatasi kesulitan," ujar Rodri.

Meski jadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Spanyol, Rodri menegaskan keberhasilan La Furia Roja lahir dari kekuatan kolektif. Ia memuji rekan-rekannya yang sabar meladeni pertahanan rapat Argentina hingga gol kemenangan Ferran Torres tercipta di babak tambahan.

"Itulah rahasia tim nasional ini. Kami selalu berjuang untuk satu sama lain. Pada akhirnya, Tuhan memberi penghargaan kepada kami karena kami berani," katanya.

Rodri turut menyebut skuad Spanyol saat ini sebagai generasi yang luar biasa. Ia menilai gelar tersebut jadi juara dunia kedua bagi Spanyol lewat turnamen yang disebutnya paling berat sepanjang sejarah.

"Kami sangat bahagia. Tim ini luar biasa. Kami kini menjadi juara dunia dua kali. Ini adalah turnamen Piala Dunia tersulit dalam sejarah. Kami mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi, pemain terbaik sepanjang sejarah," ujarnya.

Meski demikian, Rodri mengakui Argentina memberikan perlawanan sengit sepanjang laga final berlangsung.

"Argentina adalah juara bertahan. Mereka memang tidak banyak menciptakan peluang, tetapi sangat sulit ditembus. Namun, Spanyol bermain sangat baik dan hasil ini pantas kami dapatkan," tutupnya.