Periskop.id – Presiden Prabowo Subianto menilai Timnas Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat di tengah berbagai perbedaan. Setiap kali skuad Garuda bertanding, identitas suku, agama, daerah, dan latar belakang dinilai melebur dalam satu semangat kebangsaan.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam pembukaan Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8). Pidato Presiden dibacakan Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
"Ada satu hal yang selalu membuat saya bangga. Setiap kali tim nasional Indonesia bertanding, kita melihat Merah Putih mampu menyatukan seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo.
"Tidak ada lagi perbedaan suku, agama, daerah, maupun latar belakang, yang ada hanyalah satu identitas: Indonesia. Jutaan rakyat menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh kebanggaan. Mereka berdiri, berdoa, dan berharap Garuda membawa nama bangsa semakin tinggi," tambah dia.
Menurut Prabowo, atmosfer pertandingan Timnas Indonesia memperlihatkan bahwa sepak bola bukan sekadar aktivitas olahraga. Dukungan masyarakat terhadap skuad Garuda juga menjadi ruang untuk memperkuat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Sepak Bola Dinilai Membentuk Karakter Bangsa
Prabowo mengatakan pembangunan sepak bola nasional tidak boleh hanya diukur dari hasil pertandingan atau perolehan trofi. Sepak bola juga dapat menjadi sarana membangun disiplin, kerja sama, ketangguhan, integritas, serta kemampuan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
"Karena itu, membangun sepak bola Indonesia bukan hanya mengejar kemenangan di lapangan. Ini adalah ikhtiar untuk menjaga kehormatan bangsa, mengangkat martabat Indonesia di mata dunia, dan mewariskan kebanggaan kepada generasi yang akan datang," ucap Prabowo.
Ia menilai sejumlah nilai yang dibutuhkan dalam pertandingan juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan nasional.
"Nilai-nilai itulah yang sesungguhnya menjadi fondasi bagi kemajuan sebuah bangsa. Karena itu, membangun sepak bola sejatinya membangun karakter bangsa. Membangun generasi muda yang tangguh, berintegritas, menghormati aturan, menghargai kerja sama, dan tidak pernah menyerah menghadapi tantangan," ucap Presiden berusia 74 tahun itu.
"Sepak bola juga mengajarkan bahwa kepentingan tim selalu berada di atas kepentingan pribadi. Semangat inilah yang harus terus kita rawat sebagai bangsa Indonesia," tambah dia.
Dalam kongres yang sama, Prabowo juga meminta PSSI menyiapkan cetak biru pembangunan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030. Pemerintah menjanjikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, penguatan pembinaan usia dini, peningkatan sumber daya manusia olahraga, serta kebijakan yang menunjang perkembangan sepak bola nasional.

Stadion Pakansari Terjual Habis Jelang Indonesia Vs Vietnam
Pesan mengenai persatuan itu disampaikan beberapa jam sebelum Timnas Indonesia menjamu Vietnam dalam lanjutan Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin malam pukul 20.30 WIB. Seluruh tiket pertandingan telah dinyatakan terjual habis melalui pengumuman akun resmi Timnas Indonesia.
Indonesia menempati posisi kedua Grup A dengan enam poin dari dua pertandingan. Garuda mencatat dua kemenangan dengan mencetak delapan gol dan baru kebobolan satu kali. Singapura berada di puncak dengan tujuh poin dari tiga laga.
Skuad asuhan John Herdman sebelumnya menang 5-1 atas Kamboja di Stadion Pakansari, kemudian menundukkan Timor-Leste dengan skor 3-0 di Chonburi, Thailand.
Kemenangan atas Vietnam akan membawa Indonesia mengoleksi sembilan poin sekaligus mengamankan tempat di semifinal sebelum menjalani laga terakhir melawan Singapura pada Jumat (7/8/2026). Dua tim teratas dari masing-masing grup berhak melaju ke babak empat besar yang dimainkan dengan sistem kandang dan tandang.
Turnamen tahun ini juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengejar gelar pertamanya. Timnas Indonesia sudah enam kali menjadi runner-up, tetapi belum pernah menjuarai kompetisi sepak bola antarnegara Asia Tenggara tersebut.
KONI Ingatkan Pentingnya Tata Kelola PSSI
Di balik tingginya dukungan masyarakat, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat Marciano Norman mengingatkan bahwa prestasi Timnas Indonesia tetap membutuhkan organisasi dan kompetisi yang dikelola secara baik.
"Karena saya selalu berpandangan bahwa hanya dengan organisasi PSSI yang tata kelolanya baik akan melahirkan kompetisi yang baik, akan melahirkan prestasi dari tim nasional yang baik," ujar Marciano Norman.
Menurut Marciano, penyelenggaraan kompetisi domestik perlu terus dievaluasi agar dapat menghasilkan pemain berkualitas dan mendukung regenerasi tim nasional.
"Tentunya rangkaian kompetisi di Indonesia yang dilaksanakan oleh liga sepak bola Indonesia berjalan dengan baik dan tentunya banyak hal yang harus terus dievaluasi agar ke depan juga semakin baik," imbuhnya.
KONI juga menginginkan penyelenggaraan cabang sepak bola pada PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat berlangsung lebih baik dibandingkan PON Aceh-Sumatera Utara 2024. Marciano menilai pembinaan dan tata kelola organisasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia.
Kongres Biasa PSSI 2026 sendiri membahas laporan kegiatan dan keuangan tahun buku 2025, rencana anggaran 2026, perubahan nama maupun domisili klub, serta pengesahan regulasi status dan transfer pemain dalam kompetisi domestik. Forum tersebut diikuti perwakilan asosiasi provinsi, klub kompetisi nasional, dan anggota PSSI lainnya.
Besarnya dukungan suporter menunjukkan kemampuan Timnas Indonesia menghadirkan semangat bersama. Namun, persatuan yang muncul di tribun tetap perlu diikuti pembinaan pemain, kompetisi berkualitas, dan tata kelola federasi yang akuntabel agar kebanggaan tersebut dapat diterjemahkan menjadi prestasi berkelanjutan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar