Periskop.id - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyiapkan pembangunan pusat latihan tim nasional kelompok usia U-13 dan U-15 di sejumlah daerah.
Program itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mencetak pemain berkualitas sejak usia dini.
Menurut rencana PSSI, pembangunan pusat latihan tersebut ditargetkan mulai berjalan dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan, pembinaan usia muda menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu bersaing di level internasional.
"Nanti di bawah technical director Alex dan struktur dibawahnya yang coaching U-17 dan U-15 itu akan punya formula tersendiri," kata Erick di Yogyakarta, Rabu.
Erick menjelaskan, pembinaan pemain saat ini telah dimulai pada kelompok usia U-13 dan U-15 di bawah arahan Direktur Teknik PSSI Alex Zwiers bersama jajaran pelatih kelompok umur.
Menurutnya, pendekatan tersebut disiapkan agar proses pembinaan berjalan lebih terstruktur.
Ia menilai fokus pembinaan tidak cukup hanya dimulai pada kelompok usia U-20 atau U-23.
Menurut Erick, langkah tersebut akan terlambat jika Indonesia ingin membangun tim nasional yang kompetitif pada masa depan.
"Karena kalau kita hanya fokus di U-20 dan U-23, (nanti) telat," ujar Erick.
Erick bilang, banyak negara yang tampil kompetitif di Piala Dunia telah membangun sistem pembinaan sejak usia muda. Ia mengatakan Indonesia perlu menerapkan pola serupa agar tidak tertinggal dari negara lain.
Pembinaan pemain sejak U-13 dan U-15, kata Erick diharapkan mampu melahirkan talenta yang memiliki peluang berkarier di kompetisi Eropa.
Menurutnya, langkah itu dapat memperkuat kualitas tim nasional dalam jangka panjang.
"Artinya kalau kita dari usia U-13 dan U-15 bisa mengeluarkan bibit bagus dan bisa bermain di Eropa, ini bisa jadi asuransi seperti tim di Jepang yang pemainnya banyak main di Eropa," ujar Erick.
Ia mengatakan hasil program pembinaan tersebut diperkirakan baru akan terlihat dalam sekitar 10 tahun mendatang. Namun, menurutnya, pembangunan pusat latihan di daerah harus segera dimulai sebagai investasi jangka panjang.
Erick juga menilai rencana itu selaras dengan keputusan FIFA yang akan menggelar kejuaraan dunia kelompok usia U-15. Menurutnya, perkembangan tersebut membuat Indonesia perlu memperkuat sistem pembinaan pemain usia dini secepat mungkin.
"Artinya kalau semua negara sudah berinvestasi di kelompok umur yang lebih muda, sedangkan kita asyik sendiri di senior terus, kita akan tertinggal," ujarnya.
Erick mengatakan realisasi pembangunan pusat latihan memerlukan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan karena fasilitas latihan berada di masing-masing daerah.
"Nanti kita lihat, karena ini tidak hanya komitmen PSSI tetapi juga pemerintah pusat dan daerah karena fasilitas kan pasti ada di daerah, PSSI kan punya programnya, Jogja ada potensi, tapi tergantung pemda dan dukungan stakeholder lainnya," pungkas Erick.
Tinggalkan Komentar
Komentar