Qualcomm Rilis Snapdragon 8 Elite Gen 6, AI 30 Miliar Parameter Bisa Jalan di HP
Qualcomm meluncurkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Extreme Gen 6 berbasis 2 nm dengan fokus AI lokal, CPU 5 GHz, kamera 8K hingga konektivitas baru

Periskop.id - Qualcomm resmi memperkenalkan dua chipset flagship terbaru, Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, dengan fokus besar pada pemrosesan kecerdasan buatan langsung di perangkat. Varian Extreme bahkan diklaim mampu menjalankan model AI mixture-of-experts berukuran hingga 30 miliar parameter tanpa harus bergantung pada komputasi cloud.
Kedua chipset diperkenalkan dalam Snapdragon Summit 2026 yang berlangsung di Maui, Hawaii, pada 22-24 September. Qualcomm menempatkan generasi barunya sebagai fondasi ponsel premium pada era agentic AI, ketika asisten digital tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat mempelajari kebiasaan pengguna dan melakukan sejumlah tugas secara lebih proaktif.
Senior Vice President and General Manager of Mobile Handsets Qualcomm Technologies Chris Patrick mengatakan perusahaan kini memilih strategi dua chipset flagship agar produsen ponsel memiliki lebih banyak pilihan.
“Hari ini menandai tonggak pencapaian penting saat kami memperkenalkan bukan hanya satu, melainkan dua platform seluler unggulan baru, yang menghadirkan pengalaman AI agenik yang instan, personal, dan adaptif,” kata Patrick.
Ia menjelaskan, strategi tersebut ditujukan untuk memperluas inovasi AI terbaru ke lebih banyak perangkat premium, sementara varian Extreme ditempatkan sebagai pilihan dengan kemampuan tertinggi.
AI Bisa Belajar Kebiasaan Pengguna Langsung di HP
Salah satu pembaruan utama hadir pada Qualcomm Sensing Hub. Komponen berdaya rendah tersebut dapat menjalankan model AI berukuran hingga sekitar 200 juta parameter secara lokal, tanpa terus-menerus mengirim data ke server.
Teknologi itu memungkinkan ponsel menjalankan fitur seperti personal scribe untuk mencatat percakapan, membedakan beberapa pembicara, serta membangun konteks berdasarkan pola penggunaan perangkat. Informasi tersebut kemudian dapat dipakai untuk memberikan saran atau membantu mengotomatisasi tugas tertentu sesuai kebiasaan pengguna.
Qualcomm bahkan menyebut sistemnya dapat menjalankan asisten AI dengan mekanisme voice-in dan voice-out secara langsung di perangkat. Artinya, perintah suara, pemrosesan AI, hingga jawaban audio dapat dilakukan tanpa seluruh proses harus bergantung pada pusat data.
Pendekatan on-device tersebut juga ditujukan meningkatkan privasi karena sebagian informasi pribadi dapat tetap diproses di dalam ponsel. Qualcomm menggambarkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 sebagai platform yang memungkinkan agen AI belajar dari interaksi pengguna dari waktu ke waktu.
Extreme Bisa Jalankan Model AI 30 Miliar Parameter
Perbedaan paling menonjol terdapat pada Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.
TechCrunch melaporkan chipset tersebut mampu menjalankan model mixture-of-experts atau MoE dengan ukuran keseluruhan hingga 30 miliar parameter secara lokal. Dalam arsitektur MoE, seluruh parameter tidak digunakan bersamaan. Sistem hanya mengaktifkan bagian model yang relevan untuk tugas tertentu sehingga kebutuhan komputasi dapat ditekan.
Qualcomm juga membekali generasi Extreme dengan Qualcomm Hexagon NPU yang diklaim memiliki performa AI 35% lebih tinggi dengan peningkatan performa per watt hingga 33% dibanding generasi sebelumnya. Sensing Hub pada varian ini juga diklaim mendapat peningkatan kinerja hingga 85%.
Sementara pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 reguler, Hexagon NPU mendapat peningkatan performa 14%, sedangkan Qualcomm AI Engine menawarkan peningkatan performa per watt hingga 20%. Angka tersebut merupakan hasil pengujian internal Qualcomm terhadap generasi sebelumnya.
CPU 5 GHz dengan Fabrikasi 2 Nanometer
Selain AI, kedua chipset sama-sama menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer dan CPU Qualcomm Oryon generasi baru. Qualcomm menyebut Oryon sebagai CPU mobile pertama yang mencapai kecepatan 5 GHz, dengan dua prime coreyang dapat berjalan hingga frekuensi tersebut.
Untuk Snapdragon 8 Elite Gen 6, Qualcomm mengklaim performa CPU meningkat 10% dengan efisiensi daya 37% lebih baik. GPU Adreno disebut mengalami kenaikan performa 35% dan efisiensi hingga 40% dibanding pendahulunya.
Varian Extreme menawarkan angka lebih tinggi. Qualcomm mengklaim peningkatan performa CPU mencapai 13%, sedangkan GPU Adreno naik hingga 44% dengan peningkatan efisiensi daya sekitar 40%.
Untuk gaming, Extreme juga memperkenalkan Adreno Neural Fusion dan matrix cores yang memanfaatkan AI untuk super resolution, frame generation, serta rekonstruksi gambar. Tujuannya adalah memberikan visual lebih tinggi tanpa membebani GPU secara penuh.
Kamera Bisa Rekam 8K 60 fps
Qualcomm turut memperbesar penggunaan AI pada sistem kamera. Snapdragon 8 Elite Gen 6 memperkenalkan Intelligent Pixel Control yang dapat menganalisis dan mengoptimalkan bagian gambar secara lebih detail. Sistem itu dirancang mengurangi halo dan flare, sementara Motion Intelligencedigunakan untuk memprediksi pergerakan subjek guna meningkatkan stabilisasi.
Pada Extreme, kemampuan videonya ditingkatkan hingga mendukung 8K 60 frame per detik (fps) serta 4K 240 fps untuk perekaman slow motion resolusi tinggi. Chipset tersebut juga mendukung Advanced Professional Video (APV), format yang diarahkan untuk proses perekaman hingga penyuntingan video profesional langsung di perangkat.
Qualcomm bahkan mengklaim Extreme dapat mendukung penggunaan tiga kamera 64 megapiksel sekaligus. Perusahaan memposisikan kemampuan tersebut sebagai langkah untuk menjadikan smartphone sebagai perangkat produksi video dari tahap pengambilan gambar hingga penyuntingan dan ekspor.
AI Ikut Bersihkan Suara saat Telepon
Fitur AI juga masuk ke sektor audio. Qualcomm memperkenalkan AI Voice Bubble, teknologi yang dirancang membedakan suara pengguna dari kebisingan lingkungan. Sistem AI kemudian dapat memisahkan suara secara real time sehingga percakapan telepon terdengar lebih jelas meski pengguna berada di lingkungan ramai.
Teknologi tersebut tidak hanya digunakan untuk panggilan. Pemisahan audio berbasis AI juga dapat dipakai untuk proses pencampuran dan penyuntingan suara langsung di perangkat.
5G hingga 14,8 Gbps, Mulai Masuk HP Flagship
Kedua chipset menggunakan Qualcomm X105 5G Modem-RF System dengan kecepatan unduh teoritis hingga 14,8 Gbps dan unggah hingga 4,2 Gbps. FastConnect 8800 juga mendukung Wi-Fi hingga sekitar 11,6 Gbps, termasuk dukungan Wi-Fi 8, Wi-Fi 7 dan Wi-Fi 6.
Qualcomm memastikan kedua chipset akan digunakan berbagai produsen Android, termasuk HONOR, iQOO, Motorola, OnePlus, OPPO, REDMI, RedMagic, vivo, dan Xiaomi.
Motorola menjadi salah satu yang pertama mengungkap perangkat konkretnya. Motorola Signature 27 akan menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Situs resmi Motorola juga telah menampilkan perangkat tersebut dengan fitur pendinginan baru berbasis diamond-infused thermal gel dan 3D vapor chamber.
TechCrunch menyebut Motorola menargetkan ketersediaan perangkat tersebut pada 2026, meski detail harga dan jadwal penjualan di setiap negara belum diumumkan. Peluncuran dua Snapdragon terbaru memperlihatkan perubahan fokus industri chipset ponsel. Persaingan tak lagi semata mengenai kecepatan CPU atau GPU, tetapi semakin bergeser pada seberapa besar dan kompleks model AI yang dapat dijalankan langsung di perangkat dengan konsumsi daya yang tetap terkendali.
Dengan kemampuan menjalankan model puluhan miliar parameter, mempelajari kebiasaan pengguna, hingga memproses audio dan kamera menggunakan AI, Qualcomm kini mempertaruhkan smartphone sebagai perangkat utama untuk era personal AI, alih-alih menyerahkan seluruh pemrosesan kecerdasan buatan ke layanan cloud.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Qualcomm Snapdragon, chip, dan Smartphone dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.