Menkop Minta Kopdes Prioritaskan Pemasaran Produk UMKM Lokal
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta Koperasi Desa Merah Putih memprioritaskan penyaluran produk UMKM lokal demi memangkas peran tengkulak.

Periskop.id - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan keinginannya agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memprioritaskan penjualan hasil produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.
Menurutnya, para pelaku usaha di setiap wilayah desa maupun kelurahan perlu segera mempersiapkan diri. Kesiapan tersebut dinilai penting guna memenuhi seluruh kebutuhan pasokan barang yang nantinya diperlukan oleh KDKMP.
"Saya menyarankan agar barang yang dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu diprioritaskan produk UMKM lokal, seperti kecap, sambal, saos, sampo dan sabun bikin sendiri," kata Ferry saat menghadiri Malang Creative Connect Conference di Kartini Imperial Building, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (21/8).
Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan fungsi utama lembaga tersebut sebagai wadah penyerapan hasil produksi warga. Komoditas yang diserap mencakup sektor pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, hingga kerajinan tangan.
Ferry menilai, optimalisasi penyerapan produk oleh lembaga penyalur ini bakal menekan pergerakan para tengkulak secara signifikan. Pemangkasan peran perantara tersebut diyakini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Ia menambahkan, kehadiran wadah ekonomi desa ini dirancang untuk menyelesaikan berbagai persoalan finansial warga. Fenomena jeratan rentenir hingga pinjaman online ilegal disebut dapat diatasi melalui penguatan peran lembaga ritel warga tersebut.
"Rakyat terjerat praktik rentenir, rakyat terjebak ke pinjaman online, dan lain sebagainya. Bapak Presiden ingin supaya nanti masalah ini dipecahkan dengan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujarnya.
Selain berfokus pada produk lokal, program tersebut dicanangkan sebagai sarana penyaluran barang-barang subsidi. Pendistribusian langsung ini diyakini mampu memperpendek rantai pasok logistik di tengah masyarakat.
Langkah efisiensi distribusi ini dinilai efektif mengeliminasi potensi penimbunan barang oleh pihak tak bertanggung jawab. Ancaman kelangkaan komoditas serta lonjakan harga pasar pun dianggap bisa dicegah sejak dini.
"Kalau minyak goreng langsung dari Bulog ke koperasi tidak ada lagi yang berani menimbun, lalu pupuk dari PT Pupuk Indonesia ke koperasi bisa langsung digunakan oleh kelompok tani secara langsung. Barang subsidi itu barang yang menjadi hak rakyat dan harga jualnya sudah ditetapkan dengan harga eceran tertinggi (HET)," ujar dia.
Ferry mengungkapkan, pengembangan unit usaha ini tidak hanya terbatas pada sektor ritel pasokan barang semata. Berbagai fasilitas penunjang kebutuhan publik juga bakal diintegrasikan di dalam ekosistem lembaga tersebut.
Layanan pendukung yang disiapkan meliputi gerai obat, klinik kesehatan sederhana, hingga fasilitas keuangan mikro. Selain itu, jaringan pergudangan serta aktivitas logistik desa turut dihadirkan untuk menopang kelancaran bisnis kawasan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai kopdes, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.