periskop.id - Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih mendadak viral usai peserta membongkar dugaan gangguan sistem CAT yang disebut membuat jawaban berubah sendiri.
Seleksi Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tengah menjadi sorotan publik setelah ramai keluhan peserta terkait dugaan gangguan sistem saat pelaksanaan tes berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Keluhan tersebut viral di media sosial setelah sejumlah peserta mengaku mengalami masalah teknis ketika mengikuti Tes Potensi Kognitif dan Tes Manajemen Koperasi yang menjadi tahapan penting dalam proses rekrutmen calon manajer Kopdes Merah Putih.
Dalam video dan unggahan yang beredar luas, peserta menyebut jawaban yang sudah dipilih tiba-tiba berubah otomatis, sistem logout sendiri, hingga progres pengerjaan hilang saat ujian berlangsung.
Kondisi itu memicu keresahan peserta karena dianggap berpotensi memengaruhi transparansi dan objektivitas hasil seleksi.
Topik ini pun langsung ramai diperbincangkan di berbagai platform digital, terutama karena seleksi Kopdes Merah Putih merupakan program strategis pemerintah untuk membangun ekosistem koperasi desa modern di Indonesia.
Kronologi Viral Dugaan Gangguan Tes CAT Kopdes Merah Putih
Keluhan peserta mulai ramai dibahas setelah beberapa akun media sosial mengunggah pengalaman saat mengikuti tes CAT seleksi Manajer Kopdes Merah Putih.
Dalam sejumlah unggahan, peserta mengaku sistem ujian mengalami berbagai gangguan teknis selama tes berlangsung.
Beberapa peserta menyebut jawaban yang sudah dipilih berubah otomatis tanpa diketahui penyebabnya.
Ada juga peserta yang mengaku harus login ulang berkali-kali hingga waktu pengerjaan banyak terbuang.
Tak sedikit peserta yang menyampaikan kekhawatiran karena progres pengerjaan dan jawaban yang telah diisi disebut hilang ketika sistem mengalami gangguan.
Situasi tersebut membuat banyak peserta panik karena tes berlangsung dengan durasi terbatas, yakni sekitar 50 menit.
Berdasarkan unggahan yang viral, beberapa peserta membagikan pengalaman mereka saat mengikuti ujian CAT seleksi Kopdes Merah Putih.
Salah satu peserta mengaku baru mencapai subtes ketiga ketika sistem tiba-tiba logout sendiri dan meminta login ulang.
Setelah berhasil masuk kembali, peserta tersebut menyebut jawaban yang sebelumnya sudah diisi tidak tersimpan.
Keluhan lain juga menyebut soal ujian mendadak kembali ke awal atau reset secara otomatis.
Dirangkum daei berbagai sumber termasuk yang beredar di media sosial dalam kesaksian peserta yang ramai beredar, menyebut beberapa masalah yang dialami antara lain:
- Jawaban berubah sendiri
- Sistem otomatis reset
- Harus login ulang berkali-kali
- Progress pengerjaan hilang
- Waktu ujian tetap berjalan saat sistem error
Peserta menilai gangguan tersebut membuat proses ujian menjadi tidak kondusif dan memicu tekanan psikologis.
Beberapa bahkan mempertanyakan fairness atau keadilan hasil seleksi apabila gangguan teknis terjadi secara masif.
Topik ini langsung ramai dibahas netizen di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan X. Banyak warganet meminta panitia seleksi memberikan klarifikasi lebih detail mengenai dugaan error sistem.
Beberapa pengguna media sosial juga meminta adanya audit sistem CAT untuk memastikan transparansi proses seleksi. Di sisi lain, ada juga netizen yang meminta peserta tetap menunggu penjelasan resmi dari pihak penyelenggara sebelum menyimpulkan adanya kesalahan sistem secara permanen.
Kemenkop Buka Suara soal Keluhan Peserta
Menanggapi viralnya keluhan peserta, Kementerian Koperasi (Kemenkop) akhirnya memberikan respons resmi.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
“Nah kami tentu saja bagian dari Panselnas itu mengkoordinasikan tadi yang laporan-laporan dari media sosial sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga Panselnas di bawah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB),” ujar Farida dalam konferensi pers di Jakarta, demikian dilansir Antaranews
Farida menjelaskan bahwa pelaksanaan teknis tes CAT berada di bawah tanggung jawab BKN.
Sementara itu, Kemenkop bertugas sebagai bagian dari panitia nasional yang mengoordinasikan proses seleksi dan menerima berbagai masukan dari masyarakat.
BKN Beri Penjelasan Soal Sistem CAT
BKN juga memberikan tanggapan terkait laporan gangguan sistem yang ramai dibahas peserta.
Dalam keterangannya, BKN menyebut telah mencermati dinamika pelaksanaan tes di lapangan, termasuk tantangan akibat tingginya trafik akses peserta secara bersamaan.
BKN mengimbau peserta tetap tenang dan tidak melakukan klik jawaban secara berulang.
Menurut BKN, setiap jawaban yang telah disimpan sebenarnya sudah otomatis masuk ke database sistem.
Peserta juga diminta memberikan jeda saat memilih jawaban agar sistem dapat memproses data secara optimal.
Selain itu, BKN menyebut pihaknya terus melakukan optimalisasi sistem untuk mendukung pelaksanaan tes massal di berbagai wilayah Indonesia.
Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih Jadi Tahapan Penting
Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih sendiri merupakan bagian penting dalam program penguatan koperasi desa yang digagas pemerintah.
Program ini bertujuan membangun sistem koperasi modern berbasis desa dengan pengelolaan profesional.
Karena itu, proses rekrutmen calon manajer dilakukan melalui beberapa tahapan seleksi ketat.
Peserta yang lolos administrasi diwajibkan mengikuti:
- Tes Potensi Kognitif
- Tes Manajemen Koperasi
- Seleksi berbasis CAT
Dalam proses tersebut, peserta harus mencapai ambang batas nilai minimal 110 untuk dapat melaju ke tahap berikutnya.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat tes berlangsung secara massal di berbagai daerah Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar