Periskop.id - Dunia perbankan dan moneter nasional mengejutkan publik. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, resmi mengundurkan diri secara sukarela dari jabatannya pada Senin (27/7).
Keputusan tersebut menandai akhir dari pengabdian panjangnya selama 42 tahun di bank sentral. Selama hampir dua periode memimpin sejak tahun 2018, Perry dikenal luas sebagai arsitek kebijakan moneter yang sangat progresif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sepanjang era kepemimpinannya, Perry meninggalkan jejak transformasi digital dan penguatan moneter yang berdampak besar bagi perekonomian nasional. Berikut adalah lima inovasi besar yang menjadi warisan penting kepemimpinan Perry di Bank Indonesia:
1. Peluncuran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)
Salah satu warisan monumental terbesar Perry adalah revolusi transaksi ekonomi digital melalui peluncuran QRIS pada 17 Agustus 2019.
Dikembangkan bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), QRIS berhasil menyatukan seluruh penyedia jasa pembayaran ke dalam satu kode QR yang terstandardisasi.
Kini, sistem transaksi praktis ini telah dimanfaatkan oleh puluhan juta pelaku UMKM di seluruh pelosok tanah air.
2. Ekspansi QRIS Antarnegara (Cross-Border QR)
Tak berhenti di dalam negeri, Perry memelopori integrasi pembayaran internasional melalui QRIS Antarnegara sejak tahun 2022.
Fitur pembayaran lintas batas ini dikembangkan secara bertahap untuk mempermudah transaksi dengan mata uang lokal di berbagai negara mitra, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Tiongkok.
3. Infrastruktur Transfer Murah BI-FAST
Dalam upaya menghadirkan sistem pembayaran ritel yang efisien, Bank Indonesia merilis layanan BI-FAST pada 21 Desember 2021.
Sebagai bagian dari pelaksanaan blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, BI-FAST memungkinkan masyarakat melakukan transfer dana antarbank secara seketika, aman, dan beroperasi 24 jam penuh dengan biaya Rp2.500 per transaksi.
4. Penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)
Di sektor instrumen moneter, Perry memperkenalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada 24 Agustus 2023, yang kemudian resmi diimplementasikan pada 15 September 2023.
Instrumen ini dirancang untuk memperdalam pasar uang, mengoptimalkan aset Surat Berharga Negara (SBN) milik bank sentral, serta menarik aliran modal asing guna memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
5. Akselerasi Skema Local Currency Transaction (LCT)
Perry juga mendorong efisiensi transaksi perdagangan luar negeri melalui perintisan dan perluasan skema Local Currency Transaction (LCT), yang sebelumnya dikenal sebagai Local Currency Settlement (LCS).
Di bawah kepemimpinannya, kerja sama penukaran mata uang lokal yang mulanya digagas bersama Malaysia dan Thailand diperluas secara agresif ke negara-negara besar seperti Jepang, Tiongkok, Singapura, hingga Korea Selatan.
Perry bahkan mengesahkan pembentukan Satgas Nasional LCT demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari gejolak mata uang global.
Tinggalkan Komentar
Komentar