Laba Phapros Melejit 511% Jadi Rp14,97 Miliar di Semester I-2026
Phapros catat lonjakan laba bersih 511% di semester I-2026, ditopang efisiensi produksi dan penguatan produk bermargin tinggi.

Periskop.id - PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan lonjakan laba bersih 511,01% menjadi Rp14,97 miliar pada semester I-2026, dari sebelumnya Rp2,45 miliar di periode yang sama tahun lalu. Penjualan neto perusahaan farmasi ini turut naik 5,37% menjadi Rp482,84 miliar.
Direktur Utama Phapros Intan Abdams Katoppo menjelaskan, pertumbuhan kinerja tersebut ditopang kenaikan penjualan, perbaikan margin laba kotor, dan efisiensi operasional di lini produksi. Menurutnya, hasil ini juga tak lepas dari penguatan portofolio produk serta transformasi sistem dan proses bisnis perusahaan.
"Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari dua digit hingga akhir tahun 2026," kata Intan dalam keterangan resmi perusahaan, Senin (31/8).
Ia menambahkan, pihaknya konsisten menjalankan strategi penguatan inovasi dan profitabilitas demi memberi nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus kesehatan masyarakat.
Kenaikan penjualan Phapros ditopang oleh peningkatan produk-produk bermargin tinggi. Perusahaan pelat merah ini juga berhasil menekan biaya pokok penjualan, dengan rasio HPP terhadap penjualan turun dari 52% pada Juni 2025 menjadi 49% pada Juni 2026, atau efisiensi sekitar 3%.
Posisi arus kas Phapros pun ikut menguat. Kas dan setara kas per 30 Juni 2026 tercatat Rp162,47 miliar, melonjak 215,6% dibandingkan Rp51,49 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Aset perusahaan turut bertambah 4,66% menjadi Rp1,45 triliun, dari posisi akhir 2025 sebesar Rp1,39 triliun.
Di luar capaian keuangan, Phapros tengah menyiapkan inovasi produk baru berbentuk serbuk dari kelas terapi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengatasi nyeri dan inflamasi pada kasus penyakit gigi. Produk ini masih dalam tahap persiapan produksi sebelum masuk fase komersialisasi, dengan target rilis pada kuartal IV 2026.
"Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Intan.
Selain pasar domestik, Phapros telah merintis bisnis ekspor sejak 2014 ke sejumlah negara seperti Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini. Produk andalan ekspor yang sudah berjalan hampir satu dekade itu antara lain analgesik, obat anti TB, multivitamin, obat anti mabuk perjalanan, dan antibiotik.
Sepanjang kuartal III dan IV 2026, Phapros berencana mengirim produk ekspor ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja dengan target nilai penjualan Rp5 miliar.
"Ke depannya perusahaan terus menargetkan pertumbuhan double digit atas penjualan ekspor untuk mendukung bisnis dalam negeri, termasuk penambahan jumlah calon buyer dan penambahan lini produk," pungkas Intan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kinerja Keuangan, Sektor Kesehatan, dan pasar modal dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.