periskop.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja perseroan untuk tahun buku 2025. Pada kuartal keempat, Perseroan berhasil melampaui pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan, yang awalnya dipatok di kisaran Rp1,8–1,9 triliun, dengan realisasi mencapai Rp2 triliun.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menekankan bahwa pertumbuhan ini sejalan dengan lonjakan GTV inti sebesar 49% secara tahunan, menegaskan kekuatan ekosistem GoTo di ranah on-demand dan financial technology.
"Kami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan3 mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan,"ucap Hans dalam keterangannya dikutip Jumat (13/3).
Adapun Hans mengatakan seiring berlanjutnya momentum ini, pihaknya menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp3,2–3,4 triliun. Fokus pertumbuhan ke depan akan tetap pada dua pilar utama yakni Financial Technology dan On-Demand Services.
Sementara, untuk unit On-Demand Services, Perseroan optimistis pendapatan akan lebih kuat pada paruh kedua 2026 berkat peningkatan kapasitas melayani segmen mass market tanpa mengabaikan kualitas layanan bagi konsumen affluent.
“Strategi kami adalah menghadirkan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, sambil terus mengembangkan kapabilitas utama yang mendukung inovasi produk dan layanan," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan Simon Ho menekankan bahwa kinerja ini tercapai berkat kombinasi pertumbuhan pendapatan yang solid, disiplin biaya, dan operating leverage positif. Selain itu, Perseroan mencatatkan arus kas bebas yang disesuaikan positif, sebagai indikasi penguatan fundamental bisnis dan efektivitas alokasi modal.
“Kami juga mencatatkan peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan9 positif, sebuah indikasi yang jelas dari penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif. Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026," kata dia.
Menatap 2026, GoTo memperkirakan akselerasi pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas sepanjang tahun 2026, dengan mengandalkan ekosistemnya yang mampu menghadirkan solusi nyata untuk permasalahan sehari-hari pelanggan. GoTo memperkirakan EBITDA Grup yang disesuaikan akan berada di kisaran Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun.
Pada level unit usaha, EBITDA yang disesuaikan untuk Financial Technology diproyeksikan mencapai Rp1,4 hingga Rp1,5 triliun, sementara unit On-Demand Services diperkirakan mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp1,7 hingga Rp1,8 triliun.
Perseroan menekankan pedoman ini merupakan perkiraan awal berdasarkan kondisi pasar saat ini. Hasilnya masih dapat terpengaruh oleh berbagai faktor ketidakpastian, termasuk persaingan pasar yang meningkat, tekanan inflasi biaya, kondisi makroekonomi, dan variabel lain yang mungkin berdampak pada kinerja bisnis.
Tinggalkan Komentar
Komentar