Periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membuka peluang penyesuaian turun harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jika tren harga minyak mentah dunia terus melemah. Pemerintah kini menghitung dampaknya sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya, pembahasan akan dilakukan bersama PT Pertamina (Persero) dan sejumlah badan usaha penyedia BBM lainnya untuk menentukan langkah yang paling tepat. Perhitungan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia.

"Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, keputusan penyesuaian harga belum bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Pasalnya, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) maupun harga minyak dunia masih bergerak fluktuatif.

Menurut Bahlil, pemerintah berupaya menyusun formulasi yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat sebagai konsumen dan keberlangsungan usaha sektor minyak dan gas. Kebijakan tersebut dinilai perlu mempertimbangkan kedua sisi secara bersamaan.

"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna, khususnya yang nonsubsidi. Ini kan totalnya 20%, ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," jelas Bahlil.

Selain membahas harga BBM, ia mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dengan sejumlah negara. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan energi nasional.

Menurutnya, hasil koordinasi tersebut menunjukkan kondisi pasokan energi nasional masih berada dalam situasi yang aman. Pemerintah juga terus memantau kebutuhan energi hingga penghujung tahun.

Di sisi lain, Bahlil menegaskan pembahasan penyesuaian harga hanya berkaitan dengan BBM nonsubsidi. Sementara itu, kebijakan terhadap BBM subsidi dipastikan tidak berubah.

"Alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insya Allah akhir tahun nggak ada masalah. Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insya Allah enggak ada kenaikan sama sekali," pungkas Bahlil.