Periskop.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Republik Islam Iran di berbagai sektor strategis.
Langkah itu dilakukan untuk memperluas jejaring internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penjajakan tersebut dibahas saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (22/7).
Menurut Luthfi, pertemuan itu juga membahas peluang pembentukan sister city dan sister province.
"Kami berdiskusi terkait sister city antara Kota Semarang dengan Kota Yazd, lalu potensi sister Province antara Jawa Tengah dengan provinsi di Iran," kata Luthfi.
Menurutnya, Iran memiliki sejumlah keunggulan teknologi yang berpotensi dikolaborasikan dengan Jawa Tengah. Salah satunya teknologi peternakan sapi perah yang mampu menghasilkan produksi susu sekitar 30 liter per ekor per hari.
Luthfi menjelaskan, produktivitas tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata produksi sapi perah di Jawa Tengah yang masih berada di kisaran 10-15 liter per ekor per hari.
Selain itu, Iran juga dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi drone pertanian, teknologi kedokteran, serta pendidikan.
"Kalau teknologi mereka lebih maju dan bisa diterapkan di Jawa Tengah, tentu akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Itu yang ingin kita pelajari," ucap Luthfi.
Ia menilai kerja sama sister province dan sister city dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah.
Menurutnya, hubungan perdagangan Jawa Tengah dengan Iran juga telah terjalin dalam beberapa tahun terakhir.
Luthfi memaparkan, nilai ekspor nonmigas Jawa Tengah ke Iran pada 2025 mencapai sekitar US$7,43 juta dengan neraca perdagangan yang masih surplus.
Sementara itu, realisasi investasi Iran di Jawa Tengah selama periode 2022 hingga Triwulan I 2026 tercatat sekitar Rp612 juta dan menempatkan Iran di peringkat ke-59 sebagai negara asal investasi.
"Investasi Iran di Jawa Tengah paling banyak di wilayah Jepara, yaitu terkait dengan pemanfaatan ukiran kayu," jelasnya.
Di sisi lain, Luthfi menawarkan sejumlah proyek strategis kepada Iran, antara lain sektor pariwisata, energi hijau, pengolahan sampah menjadi energi, rumah sakit ramah lingkungan, kawasan perikanan terpadu, hingga industri pengolahan garam. Menurutnya, potensi tersebut dapat membuka peluang investasi baru.
Ia juga menyebut Jawa Tengah memiliki jumlah penduduk sekitar 38,46 juta jiwa dengan 96% beragama Islam.
Menurutnya, kedekatan budaya tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat hubungan kerja sama kedua pihak.
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan diskusi dengan Gubernur Ahmad Luthfi berlangsung positif.
Ia menjelaskan, pembahasan awal mengenai sister city antara Semarang dan Yazd telah dilakukan dan diharapkan segera berlanjut ke tahap formal.
"Kami menyarankan untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, karena kerja sama di bidang budaya dan juga politik serta di organisasi internasional, sangat baik antara kedua negara," ucap Boroujerdi.
Boroujerdi menambahkan, Iran siap memperluas kolaborasi dengan Jawa Tengah di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, peternakan, ketahanan pangan, serta keamanan energi.
Ia juga berharap kerja sama pariwisata religi dapat diwujudkan melalui paket perjalanan ke kota-kota dan makam tokoh bersejarah Islam di Iran.
"Kami berharap kerja sama dapat dilakukan dengan Jawa Tengah. Setelah kunjungan ini saya akan menghubungi pemerintah Iran dan provinsi-provinsi yang ada di Iran, untuk menjalin kerja sama dengan Jawa Tengah," tandas Boroujerdi.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar