periskop.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai kesuksesan ajang Purwokerto Half Marathon (PHM) 2026 merupakan momentum emas kebangkitan wisata olahraga atau sport tourism daerah.

Melansir Antara, Luthfi memandang kompetisi lari jarak jauh kini telah bertransformasi menjadi gaya hidup modern yang memberikan dampak ekonomi secara meluas. Ia meyakini kehadiran ribuan pelari secara langsung menggerakkan roda transaksi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Advertisement

"Di Provinsi Jawa Tengah, half marathon merupakan suatu style, gaya hidup, sekaligus kebutuhan masyarakat," kata Luthfi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (17/5).

Orang nomor satu di Jawa Tengah ini menyoroti tingginya antusiasme peserta yang rela menempuh perjalanan jauh dari luar pulau.

Menurutnya, kedatangan delegasi pelari asal Provinsi Riau hingga Kepulauan Riau membuktikan kapasitas Kota Purwokerto sebagai destinasi wisata olahraga tingkat nasional. Ajang ini mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang profesi untuk sekadar hidup sehat.

"Terbukti ini ada yang dari Riau, ada yang dari Kepri sampai datang ke sini," ucapnya.

Guna menjaga momentum kunjungan wisatawan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mempercepat realisasi Program 1.000 Desa Wisata. Luthfi telah menginstruksikan seluruh kepala daerah tingkat kabupaten dan kota untuk segera memoles potensi unggulan desa masing-masing.

Ia memaparkan pengembangan destinasi akan berpusat pada tiga kawasan aglomerasi wisata utama, yakni kawasan Borobudur, Kopeng, dan Rawapening.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sedang mengkaji peluncuran konsep pariwisata ramah muslim guna menggaet pelancong asal negara-negara rumpun Melayu. Luthfi menargetkan penyediaan fasilitas tempat ibadah terpadu dan sertifikasi restoran halal untuk memanjakan turis asal Malaysia.

"Sehingga Jateng menjadi salah satu desain nasional wisata yang harus terus kita galakkan di samping investasi," tegasnya.

Pada sektor pertumbuhan modal, ia menjamin ketersediaan fasilitas birokrasi perizinan yang ringkas melalui integrasi sistem satu pintu (one gate system).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini telah menyiapkan 12 kawasan industri strategis di sejumlah wilayah seperti Banyumas, Cilacap, Kebumen, hingga Sragen.

Luthfi memastikan pemerintah daerah akan mengawal ketat seluruh kelengkapan dokumen perizinan agar para pemilik modal bersedia merealisasikan investasinya di wilayah Jawa Tengah.