Periskop.id - Harga emas perhiasan tertinggi di pasar domestik mencapai Rp2.315.000 per gram untuk emas 24 karat, berdasarkan data Raja Emas Indonesia pada Jumat (7/8). Kenaikan ini sejalan dengan penguatan harga emas dunia yang tengah menuju kenaikan mingguan terbesar sejak Januari.

Harga emas dunia naik didukung pelemahan harga minyak. Investor komoditas ini juga menanti rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat (AS) untuk periode Juli, yang bakal memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.

"Terlepas dari bagaimana hasil data NFP nanti, level US$4.000 telah terbukti menjadi level support yang kuat, dan saya menduga para pelaku pasar yang optimis sedang menunggu penurunan harga untuk memanfaatkan koreksi naik menuju level US$4.600," kata Analis StoneX Matt Simpson.

Simpson menambahkan, data NFP berpotensi memicu gejolak jangka pendek. Namun menurutnya, pergerakan harga sejauh ini sudah memberi sinyal jelas bahwa emas siap melanjutkan reli.

Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$4.254,11 per ons, usai sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh minggu pada sesi sebelumnya. Sepanjang pekan ini, harga emas sudah naik lebih dari 5%.

Kontrak berjangka emas AS turut menguat 0,3% ke level US$4.312 per ons.

Presiden AS Donald Trump menyatakan optimistis perang dengan Iran akan segera berakhir. Ia menyebutkan, angkatan bersenjata tengah menghadapi kendala pasokan untuk sejumlah jenis senjata.

Harapan perdamaian di Timur Tengah dinilai menurunkan ekspektasi inflasi, sehingga membuka peluang emas melonjak dari fase konsolidasi yang berlangsung beberapa minggu di atas level US$4.000. Hal ini disampaikan Simpson.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia berada di jalur penurunan mingguan. Harga energi yang lebih rendah dinilai membantu meredakan kekhawatiran inflasi sekaligus mengurangi ekspektasi suku bunga akan bertahan tinggi dalam waktu lama.

Emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Kendati begitu, suku bunga tinggi cenderung membebani daya tariknya karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar melihat peluang 55% kenaikan suku bunga AS pada September, turun dari 63% sepekan sebelumnya, berdasarkan data CME FedWatch Tool.

Berdasarkan data Raja Emas Indonesia pada Jumat (7/8/2026), harga beli emas 24 karat dengan kemurnian 99,5% tercatat Rp2.185.000 per gram. Sementara harga emas 22 karat berada di Rp1.873.000 dan emas 18 karat Rp1.534.000 per gram.

Untuk kadar lebih rendah, harga emas 14 karat tercatat Rp1.194.000, emas 10 karat Rp853.000, dan emas 5 karat Rp435.000 per gram.

Di sisi lain, Laku Emas merilis harga jual emas perhiasan dengan patokan berbeda pada hari yang sama. Harga emas 24 karat (99%) tercatat Rp2.265.000 per gram, emas 22 karat Rp1.875.000, dan emas 18 karat Rp1.531.000 per gram.

Sementara harga emas 14 karat di Laku Emas dihargai Rp1.187.000, dan emas 9 karat Rp757.000 per gram. Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem menyatakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga secara bertahap.

"Kenaikan suku bunga secara bertahap sejak awal lebih disukai, tidak terlalu mengganggu, dan tidak terlalu memakan biaya dibandingkan perubahan suku bunga yang mungkin dilakukan terlambat namun lebih drastis di kemudian hari," kata dia.