Kencan Bikin Kantong Jebol! Fenomena 52% Gen Z Pilih Ghosting Usai Split Bill
Biaya kencan makin meroket bikin anak muda pusing. Survei Zelle terbaru ungkap 52% Gen Z nekat ghosting dan blokir kontak demi lari dari utang split bill.

Periskop.id - Membangun hubungan asmara di tengah ketidakpastian ekonomi global ternyata menghadirkan tantangan finansial yang cukup berat bagi generasi muda. Fenomena kenaikan biaya hidup kini mulai merambah dan merusak tatanan kehidupan percintaan. Hasil publikasi survei dari platform pembayaran digital asal Amerika Serikat, Zelle, bertajuk Zelle New Economics of Dating Report mengungkap realitas menarik mengenai dinamika kencan modern.
Berdasarkan riset pada Agustus 2026 terhadap 1.800 responden berusia muda yang aktif berkencan, sebanyak 84% mengaku bahwa peningkatan biaya hidup memengaruhi gaya kencan mereka secara signifikan.
Akibatnya, hampir sepertiga responden memilih untuk mengurangi frekuensi jalan bersama, sementara 11% lainnya bahkan memutuskan untuk berhenti mencari pasangan karena keterbatasan dana.
Tekanan Gaya Hidup dan Solusi Kencan Hemat
Bagi sebagian orang, keinginan untuk tampil sempurna dan mengimbangi gaya hidup pasangan berujung pada beban keuangan yang nyata. Sebanyak 17% responden dari kalangan Milenial dan Gen Z mengaku rela berutang demi mempertahankan gaya hidup mahal saat ngedate. Persentase yang sama bahkan tidak ragu meminjam uang dari kerabat atau teman demi membiayai pertemuan romantis mereka.
Di sisi lain, sebagian pelaku kencan mulai mengubah strategi untuk menyiasati pengeluaran yang makin membengkak. Banyak dari mereka mengalihkan lokasi kencan ke tempat yang lebih terjangkau, memilih kencan hemat namun sering, hingga berburu aktivitas yang sepenuhnya gratis. Kesadaran finansial ini juga terlihat dari keputusan 28% responden yang secara aktif melacak dan mencatat setiap pengeluaran saat kencan.
Budaya Split Bill Melalui Aplikasi Pembayaran
Perkembangan teknologi turut menggeser cara pasangan menyelesaikan tagihan kencan. Pembayaran berbasis aplikasi atau transaksi antar-individu (P2P) kini menjadi standar baru dalam berhubungan. Sebanyak 57% responden terbiasa menggunakan dompet digital atau aplikasi transfer untuk berbagi tagihan, di mana angka ini melonjak hingga 64% di kalangan Gen Z.
Jenis pengeluaran yang paling sering dibagi rata meliputi biaya makan di restoran, tiket acara hiburan, ongkos liburan bersama, hingga pesanan makanan lewat layanan pesan-antar. Konsep patungan atau split bill ini awalnya dianggap sebagai solusi adil untuk meredakan beban finansial kedua belah pihak.
Daripada Bayar Utang Kencan, 52% Gen Z Pilih Ghosting
Sayangnya, kemudahan teknologi tidak selalu sejalan dengan etika dalam berhubungan. Proses penagihan sisa tagihan patungan kerap menjadi pemicu masalah baru. Banyak orang merasa canggung atau enggan melunasi kewajiban finansial mereka setelah kencan usai.
Fenomena mengejutkan terlihat dari bagaimana responden merespons kewajiban melunasi tagihan tersebut. Secara keseluruhan, 43% responden mengaku pernah mendadak menghilang, memblokir nomor telepon, atau melakukan unfollow di media sosial agar terhindar dari kewajiban membayar utang kencan.
Tindakan menghindar ini mencapai puncaknya pada kelompok generasi termuda, di mana sebanyak 52% dari kalangan Gen Z secara terang-terangan memilih jalur ghosting demi melarikan diri dari tagihan patungan usai kencan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa isu finansial dan kebiasaan kencan anak muda saat ini makin rumit. Meskipun opsi kencan hemat dan teknologi pembayaran patungan sudah tersedia, etika komunikasi keuangan dalam hubungan masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Generasi Z (Gen Z), dan Kencan dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.