Dubes Faisal Pastikan Jamaah Umrah Aman di Tengah Serangan Houthi
Dubes Arab Saudi Faisal Al-Amoudi memastikan jamaah tetap aman di tengah meningkatnya serangan Houthi dan ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah

Periskop.id - Pemerintah Arab Saudi memastikan aktivitas masyarakat, jamaah umrah, dan peziarah tetap berjalan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan akibat serangan kelompok Houthi dari Yaman.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amoudi mengatakan, kondisi di negaranya saat ini tetap aman dan stabil. Pernyataan tersebut disampaikan setelah dalam beberapa pekan terakhir sejumlah rudal dan drone Houthi dilaporkan menyasar wilayah Arab Saudi.
"Situasi di Kerajaan Arab Saudi saat ini sangat aman dan stabil bagi masyarakat dan para jamaah yang hendak melakukan ziarah," kata Dubes di sela-sela Perayaan Ke-96 Hari Nasional Arab Saudi di Jakarta pada Rabu (23/9/2026).
Menurut Faisal, arus jamaah haji, umrah hingga wisatawan yang tetap tinggi menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan di Arab Saudi terus berlangsung. "Kita tahu banyak kunjungan yang dilakukan oleh para jamaah haji dan umroh serta kunjungan wisata ke Arab Saudi. Kalau seandainya tidak aman, kita tidak akan menyaksikan kunjungan tersebut," tegasnya.
Serangan Houthi ke Saudi Kembali Meningkat
Pernyataan Faisal muncul ketika konflik Yaman kembali meningkat dan serangan Houthi terhadap Arab Saudi menjadi perhatian internasional. Pada 19 September 2026, Houthi mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah lokasi di Riyadh. Asap tebal dan api terlihat di sekitar kawasan Bandara Internasional King Khalid.
Koalisi pimpinan Saudi menyatakan, pertahanan udara berhasil menghancurkan rudal yang ditembakkan menuju Riyadh. Otoritas Saudi juga mengatakan serangan terhadap Bish, Farasan, Taif dan Yanbu berhasil digagalkan. Pertahanan sipil sempat mengeluarkan peringatan keamanan di Riyadh dan Al-Kharj sebelum kemudian mengeluarkan pemberitahuan bahwa kondisi telah aman.
Juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki Al-Maliki menyatakan, rudal yang mengarah ke Riyadh berhasil dihancurkan di udara tanpa menimbulkan kerusakan. Koalisi juga menyebut langkah pengamanan terus dilakukan untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur vital.
Ketegangan tidak berhenti di ibu kota. Pemerintah Saudi dan sejumlah negara Teluk juga menyatakan Houthi mencoba menyasar Makkah menggunakan pesawat nirawak pada pertengahan September. Klaim tersebut berasal dari otoritas Saudi dan Dewan Kerja Sama Teluk atau GCC.
Dewan Keamanan PBB pada 19 September kemudian mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang berdampak terhadap infrastruktur sipil dan energi.
Jamaah Diminta Tetap Memperhatikan Perkembangan
Meski pemerintah Saudi memastikan keadaan tetap terkendali, eskalasi regional membuat kewaspadaan keamanan meningkat. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada 19 September mengimbau warganya di kawasan Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan Houthi. Warga AS yang berada di luar Timur Tengah juga diminta mempertimbangkan kembali perjalanan ke kawasan tersebut.
Situasi ini tidak otomatis berarti kegiatan ibadah di Arab Saudi dihentikan. Hingga pernyataan Dubes Faisal disampaikan, tidak terdapat pengumuman penutupan akses umum ke Makkah atau Madinah akibat eskalasi tersebut.
Namun, bagi jamaah Indonesia yang akan berangkat umrah atau melakukan perjalanan ke Arab Saudi, perkembangan keamanan, jadwal penerbangan, serta informasi dari pemerintah Indonesia dan otoritas setempat tetap perlu dipantau.
Lebih dari 15 Juta Orang Umrah pada Kuartal I 2026
Arab Saudi memang masih menerima arus jamaah dalam jumlah besar. Data General Authority for Statistics (GASTAT) Arab Saudi menunjukkan, jumlah orang yang menunaikan umrah sepanjang Januari-Maret 2026 mencapai 15.233.767 orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 5,77 juta merupakan jamaah yang datang dari luar Arab Saudi, terdiri atas 2.777.904 laki-laki dan 2.991.367 perempuan. Sekitar 86% jamaah internasional memasuki Arab Saudi melalui jalur udara.
Sementara pada musim haji 2026, Arab Saudi mencatat 1.707.301 jamaah haji. Sebanyak 1.546.655 di antaranya berasal dari luar Saudi, sedangkan 160.646 lainnya merupakan jamaah domestik.
Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah jamaah terbesar. Kementerian Haji dan Umrah RI menetapkan 203.320 kuota haji reguler Indonesia pada 2026, terdiri atas jamaah tahun berjalan, prioritas lanjut usia, pembimbing, dan petugas haji daerah.
Besarnya mobilitas jamaah tersebut membuat perkembangan keamanan Arab Saudi memiliki dampak langsung terhadap masyarakat Indonesia.

Konflik Yaman Meluas ke Jalur Laut Merah
Eskalasi terbaru tidak hanya berpengaruh terhadap keamanan daratan Saudi.
Houthi pada September memperluas kekuasaan di pesisir Yaman. Kelompok tersebut juga bergerak untuk merebut wilayah strategis di antara pesisir Laut Merah dan kawasan selatan Yaman.
Pertempuran meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Bab al-Mandab, jalur yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu rute penting perdagangan dunia.
Ketegangan tersebut membuat Arab Saudi dan sejumlah negara mitranya memperkuat koordinasi keamanan. Pada 22 September, Arab Saudi bersama Turki, Pakistan dan Mesir menegaskan pentingnya keamanan navigasi sekaligus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.
Di tengah kondisi itu, Dubes Faisal tetap menekankan stabilitas Arab Saudi saat memperingati Hari Nasional negaranya yang jatuh setiap 23 September. Data Kementerian Luar Negeri RI juga mencatat tanggal tersebut sebagai Hari Nasional Kerajaan Arab Saudi.
"Perayaan ini bukan hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga perwujudan kebanggaan atas stabilitas, pembangunan, modernisasi, serta peran Arab Saudi di kawasan dan dunia," kata dia.
Perayaan ke-96 Hari Nasional Arab Saudi di Jakarta turut ditandai dengan penayangan bendera kerajaan di layar LED kawasan Bundaran HI. Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat Indonesia, antara lain Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dengan konflik Yaman yang kembali meningkat, keamanan jamaah dan kelancaran perjalanan menuju Arab Saudi menjadi isu yang akan terus diperhatikan. Pemerintah Saudi saat ini menegaskan kegiatan masyarakat dan peziarah berjalan normal, tetapi perkembangan keamanan regional tetap menjadi faktor yang perlu dipantau oleh calon jamaah.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Duta Besar (Dubes), arab saudi, Keamanan, haji dan umrah, dan Houthi dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.