iklan periskop
Hukum

Polda Metro Jaya Periksa 13 Saksi Kasus 995 Senapan di Sekolah Jaksel

Polda Metro Jaya memeriksa 13 saksi terkait temuan 995 senapan angin dan satu senjata api di sekolah Jakarta Selatan. Fokus penyidikan diarahkan pada dokumen PKS yang diklaim untuk...

2 hari yang lalu · 2 mnt baca
Polda Metro Jaya Periksa 13 Saksi Kasus 995 Senapan di Sekolah Jaksel
Senjata api yang ditemukan di salah satu sekolah, di Jakarta Selatan. Dokumentasi Istimewa
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Polda Metro Jaya memeriksa sebanyak 13 orang saksi untuk mengusut asal-usul, legalitas kepemilikan, izin, hingga motif penyimpanan 995 senapan angin dan satu pucuk senjata api di gudang sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa dari total 995 senjata yang ditemukan di lokasi, hampir seluruhnya merupakan senapan angin. Sementara itu, satu lainnya terkonfirmasi sebagai senjata api organik.

“995 pucuk itu merupakan senapan angin. Dan satu pucuk senjata api adalah Franchi kaliber 12 GA,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (20/8).

Budi menjelaskan, saksi-saksi yang dimintai keterangan berasal dari berbagai unsur terkait. Mereka terdiri atas tiga personel Polres Metro Jakarta Selatan yang pertama kali mendapati temuan tersebut, perwakilan Yayasan Sekolah HI, dua karyawan, serta Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin berinisial AHE selaku pemilik izin impor.

Penyidik juga memeriksa Ketua Pengurus Yayasan periode 2025–31 Mei 2026 berinisial IWD, saksi pemberi informasi awal berinisial US, Kepala Sekolah SD berinisial AK, anggota Pembina Yayasan HI, serta jajaran pengurus yang terlibat dalam kesepakatan kerja sama antara PT LKP dan pihak sekolah.

Saat ini, fokus penyelidikan diarahkan pada penelusuran dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengklaim pengadaan senjata-senjata tersebut diperuntukkan bagi kegiatan ekstrakurikuler siswa.

“Ada dokumen yang diserahkan untuk pelaksanaan ekstrakurikuler. Ini masih dilakukan pendalaman oleh penyidik apakah sesuai dengan PKS tersebut, apakah pernah ditandatangani, dilaksanakan, ataupun belum dilaksanakan,” ujar Budi.

Sebelumnya, polisi menemukan sekitar 995 pucuk senjata api, amunisi, serta narkotika di sebuah sekolah swasta kawasan Jakarta Selatan yang menggegerkan publik. Barang-barang berbahaya tersebut ditemukan saat pihak sekolah membongkar ruangan terkunci dan bunker yang sebelumnya dikuasai mantan Ketua Yayasan berinisial IWD. Selain temuan senjata genggam hingga alat pembuat peluru, tim juga menyita sabu, dua linting ganja, serta puluhan VCD porno.

Pihak yayasan mengungkapkan bahwa pembongkaran ruangan terpaksa dilakukan dengan pengawalan kepolisian lantaran akses kunci dibawa kabur oleh IWD pasca-pemecatan terkait penyelewengan dana. Pengurus menduga IWD memanfaatkan pintu belakang sekolah sebagai jalur debarkasi-embarkasi rahasia untuk menyelundupkan barang-barang terlarang secara diam-diam. Seluruh barang bukti senjata kini telah diserahkan dan dititipkan ke Wasendak Polda Metro Jaya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai polda metro jaya, senjata rakitan, dan senjata api dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.