Periskop.id - PT Midi Utama Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih Rp485,97 miliar pada semester I-2026. Angka ini naik 24,45% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp390,51 miliar.

Kenaikan laba perusahaan pemilik jaringan minimarket Alfamidi itu sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Pendapatan tercatat Rp11,24 triliun, naik 8,46% dari Rp10,37 triliun di semester I-2025.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, kontributor utama pendapatan berasal dari segmen produk makanan. Segmen ini menyumbang 57,17% atau setara Rp6,42 triliun dari total pendapatan.

Segmen non makanan menyumbang Rp3,11 triliun atau 27,69% dari total pendapatan. Sementara segmen makanan segar berkontribusi Rp1,70 triliun atau 15,14%.

Laba bruto perseroan tercatat meningkat menjadi Rp2,9 triliun. Kenaikan ini turut dipengaruhi beban penjualan dan distribusi yang mencapai Rp2,1 triliun.

Selain itu, tercatat pula beban umum dan administrasi sebesar Rp215 miliar. Perseroan juga membukukan penghasilan lainnya senilai Rp108,32 miliar.

Dari sisi jaringan toko, MIDI menambah 75 gerai baru sepanjang semester I-2026. Total gerai Alfamidi kini mencapai 2.573 unit, terdiri dari 2.395 gerai milik sendiri dan 178 gerai waralaba.

Di luar jaringan Alfamidi reguler, perseroan juga mengoperasikan 86 gerai Alfamidi Super dan 3 gerai Midi Fresh.

Hingga Juni 2026, total aset perseroan tumbuh menjadi Rp9,27 triliun. Jumlah liabilitas ikut naik menjadi Rp4,64 triliun, dengan ekuitas tercatat Rp4,63 triliun.

Kinerja semester I-2026 ini melanjutkan tren positif MIDI sepanjang tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, perseroan mencatat pendapatan tembus Rp20,64 triliun dengan laba bersih tumbuh 62%.

Perseroan juga tercatat pernah membagikan dividen sebesar Rp11,85 per saham kepada para pemegang saham.