Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan awal terkait kenaikan pendapatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara yang melonjak hingga 400 persen.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa capaian finansial tersebut tetap wajib melewati proses cek dan audit resmi.

Menurutnya, kepastian angka pertumbuhan tersebut harus dibuktikan melalui mekanisme pemeriksaan yang akuntabel.

Ia menilai, lonjakan pendapatan pada kisaran 200 hingga 300 persen saja sudah menjadi capaian yang sangat signifikan dalam satu tahun operasional.

"Saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen kurang lebih. Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek," kata Prabowo dalam peluncuran 10 buku karya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8).

Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menjelaskan, laporan keuangan konsolidasi lembaga pengelola investasi ini ditargetkan selesai dalam rentang satu hingga dua bulan mendatang. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh laporan finansial terdata secara valid dan akurat.

Dony mengungkapkan, proses penyusunan laporan memerlukan waktu lantaran pihak manajemen harus mengonsolidasikan pembukuan dari 1.000 lebih perusahaan BUMN. Selain itu, tim keuangan perlu melakukan eliminasi transaksi antarbadan usaha dalam ekosistem tersebut.

Ia menegaskan, seluruh dokumen pembukuan yang dipublikasikan ke publik nantinya dipastikan telah mengantongi hasil audit resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan. Prosedur ini menjadi standar wajib untuk menjamin transparansi pengelolaan aset negara.

Saat ini, pembukuan keuangan lembaga sovereign wealth fund tersebut sudah memasuki tahap praaudit oleh auditor negara. Di saat bersamaan, manajemen juga melibatkan konsultan keuangan independen untuk merancang struktur akun yang sesuai standar akuntansi berlaku.

Dony optimistis proses konsolidasi laporan keuangan pada tahun-tahun berikutnya bakal berjalan jauh lebih cepat. Pasalnya, sistem serta pola eliminasi transaksi antar-BUMN kini sudah terbentuk secara rapi.

BPI Danantara tercatat memang belum menerbitkan laporan keuangan konsolidasi untuk Tahun Buku 2025. Padahal, seluruh entitas BUMN di bawah naungan ekosistem Danantara telah merampungkan laporan keuangan mandiri mereka masing-masing.

Pengelolaan aset dan konsolidasi BUMN di bawah BPI Danantara merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mentransformasi tata kelola investasi nasional. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan nilai deviden serta kontribusi BUMN bagi perekonomian nasional secara berkelanjutan, pungkas Dony.