Periskop.id - PT PLN (Persero) memperkuat dukungan terhadap program pengelolaan sampah berkelanjutan lewat pembelian listrik dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Proyek yang kini masuk tahap konstruksi tersebut ditargetkan beroperasi pada 2029 dengan kapasitas 40,79 megawatt (MW) atau setara 310 gigawatt-hour (GWh) per tahun.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menjelaskan, PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan sampah perkotaan sekaligus mengembangkan pemanfaatannya menjadi energi atau waste to energy. Proyek ini disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan persoalan sampah sebelum 2029 lewat pengelolaan dari hulu ke hilir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
"Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," ucap Yuliot dalam acara Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7).
Yuliot berharap PSEL Legok Nangka bisa menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain. Menurutnya, manfaat proyek ini tidak hanya menyasar lingkungan, tapi juga masyarakat sekitar.
"Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," ujar Yuliot.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai PSEL Legok Nangka sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya. Ia menyebutkan proyek ini bersama PSEL lain di wilayahnya akan menjadi tonggak penting pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Jawa Barat.
"Ini akan menjadi salah satu alat picu untuk membangun sebuah sistem pengelolaan sampah yang modern. Kemudian juga mendidik masyarakat tertib dan hidup bersih. Yang kemudian juga meningkatkan kualitas udara, serta meningkatkan kualitas lingkungan," ujar Dedi.
Selain jadi solusi pengelolaan sampah, Dedi menyampaikan proyek ini juga akan memperkuat pasokan energi bersih yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Barat.
"Yang kedua berkahnya adalah kita akan mendapatkan energi listrik yang tentunya memberikan sumbangsih bagi kekuatan PLN untuk memiliki energi besar bagi kehidupan industri," katanya.
Proyek PSEL Legok Nangka ditargetkan mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari. Pada Maret 2026, PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES), badan usaha pelaksana proyek yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk menyalurkan listrik hasil pengolahan sampah ke sistem kelistrikan PLN.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar menerangkan, pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah dalam mendukung PSEL, termasuk Legok Nangka, sebagai solusi darurat sampah sekaligus langkah menuju swasembada energi. Periode PJBL selama 20 tahun yang telah disepakati, menurutnya, menjadi bentuk komitmen PLN mendukung keberlanjutan proyek tersebut.
"PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah. Kami akan menyerap produksi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat. Melalui PJBL selama 20 tahun, kami memberikan kepastian agar proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Suroso.
Suroso melanjutkan, pengembangan PSEL Legok Nangka menunjukkan sektor ketenagalistrikan bisa berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan lingkungan lewat pemanfaatan sampah menjadi energi, di samping memperkuat bauran energi bersih nasional.
"Melalui PSEL, kita bukan hanya memelihara lingkungan baik ke depannya, namun juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan energi terbarukan yang secara cycle akan terus-menerus sepanjang ada sampah, maka akan dihasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan," pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar