Periskop.id - Analis The Motley Fool, Dominic Basulto, memproyeksikan kapitalisasi pasar Bitcoin bisa kembali menembus US$2,5 triliun dalam tiga tahun ke depan. Proyeksi tersebut berlandaskan asumsi pertumbuhan tahunan aset kripto itu mencapai sekitar 25%.

Basulto menilai skenario tersebut lebih realistis dibanding proyeksi sejumlah investor yang menyebut harga satu Bitcoin bakal tembus US$1 juta dalam beberapa tahun mendatang. Menurutnya, fase pertumbuhan Bitcoin sudah berubah dibandingkan masa-masa awal kemunculannya.

"Bitcoin, seperti aset kripto lainnya, akan tetap volatil. Namun, pergerakannya tidak akan seagresif sebelumnya dan akan semakin menyerupai saham teknologi dengan beta tinggi," tulis Basulto dalam kolom analisisnya di Yahoo Finance, Jumat (31/7).

Basulto memakai asumsi harga Bitcoin saat ini sekitar US$65 ribu. Dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 25%, ia memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai US$126 ribu dalam tiga tahun.

Dengan asumsi jumlah Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 20 juta keping, kapitalisasi pasarnya diperkirakan kembali menyentuh US$2,5 triliun.

Basulto membandingkan fase pertumbuhan saat ini dengan 2013, ketika nilai Bitcoin melonjak lebih dari 5.400% dalam setahun. Ia menyebut Bitcoin kini memasuki fase yang lebih matang seiring derasnya aliran dana dari investor institusi.

Basulto mengingatkan, CAGR tidak berarti Bitcoin bakal mencatat kenaikan 25% setiap tahun. Angka tersebut merupakan rata-rata pertumbuhan dalam periode tertentu.

Perjalanan harga Bitcoin, menurutnya, tetap akan diwarnai fluktuasi tajam sebagaimana siklus yang selama ini terjadi di pasar kripto.

Ia menilai target kapitalisasi US$2,5 triliun mungkin terdengar kurang ambisius bagi sebagian investor. Namun, pertumbuhan tahunan 25% dinilai tetap menawarkan imbal hasil menarik, sebanding dengan tingkat pengembalian yang mampu dibukukan sejumlah saham teknologi besar.

Basulto menyebut risiko tambahan yang melekat pada investasi aset kripto masih sebanding dengan potensi keuntungannya. Ia mengaku tetap optimistis terhadap prospek Bitcoin, meski memilih menjaga ekspektasi pertumbuhan dalam beberapa tahun mendatang.

Rekor harga tertinggi Bitcoin sepanjang sejarah menjadi salah satu acuan dalam proyeksi Basulto. Ia menyebut rekor tersebut berpotensi terulang dalam tiga tahun mendatang, seiring proyeksi harga menuju US$126 ribu per keping.