Periskop.id - Mendidik si kecil memang butuh kesabaran ekstra dan perhatian penuh, ya. Sebagai orang tua, setiap ucapan dan tindakan kita di rumah sehari-hari sebenarnya menjadi ruang belajar utama bagi anak. 

Tanpa sadar, ada beberapa perilaku sederhana yang sering dianggap sepele, namun bisa berdampak negatif bagi tumbuh kembang mental dan karakter mereka.

Yuk, kita bedah bersama lima hal yang sebaiknya jangan sampai diperlihatkan atau dilakukan di depan anak demi menjaga kesehatan psikologis mereka.

1. Merendahkan Wibawa Pasangan di Depan Anak

Menjaga keharmonisan dan rasa saling menghargai antarpasangan di depan anak sangatlah krusial. Orang tua sebaiknya menghindari kebiasaan membantah dengan kasar, membentak, atau bahkan menghina pasangan saat anak berada di sekitar.

Sebab, ketika anak melihat sosok orang tua merendahkan wibawa sang ayah atau istri, mereka berisiko kehilangan rasa hormat kepada figur pemimpin di rumah. Hal ini bisa membuat anak merasa tak ada lagi sosok yang perlu dipatuhi dan dihormati dalam keluarga.

2. Mengeluh Soal Nasib dan Rezeki

Menghadapi kondisi ekonomi atau dinamika kehidupan memang tak selalu mudah. Namun, kebiasaan orang tua yang sering mengeluh merasa kurang, membanding-bandingkan kehidupan keluarga dengan tetangga, atau terus menyalahkan keadaan di depan si kecil bisa memberikan dampak buruk.

Anak yang terbiasa mendengarkan keluhan tersebut berpotensi tumbuh menjadi pribadi yang sulit bersyukur. Mereka akan selalu merasa kurang dengan apa yang dimiliki dan cenderung memandang dunia sebagai tempat yang tidak adil.

3. Mengumbar Aib Orang Lain atau Bergosip

Aktivitas mengobrol memang menyenangkan, tetapi hati-hati agar tak terbiasa mengumbar aib orang lain di hadapan anak. 

Ketika si kecil melihat orang tua asyik membicarakan keburukan saudara, teman, atau tetangga, baik lewat telepon maupun saat berkumpul, mereka sedang menyerap pelajaran hidup yang keliru.

Anak akan menganggap bahwa mencari-cari kesalahan orang lain adalah hal yang wajar dilakukan dalam bersosialisasi. Dampak panjangnya, mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang sulit menjaga rahasia dan memegang amanah.

4. Bersikap Manipulatif

Menggunakan emosi berlebihan untuk mendapatkan apa yang diinginkan juga menjadi kebiasaan tak sehat. Sikap seperti menggunakan tangisan, membuat orang lain merasa bersalah (guilt tripping), hingga kemarahan yang dibuat-buat sebaiknya dihindari.

Pola komunikasi yang tak sehat ini sangat mudah ditiru oleh anak. Jika terbiasa melihatnya, anak akan merekam gaya interaksi manipulatif tersebut dan menggunakannya kembali dalam hubungan sosial atau relasi mereka di masa depan.

5. Pilih Kasih di Antara Anak-Anak

Sikap objektif dan adil dalam mengasuh buah hati menjadi kunci kedamaian di rumah. Menunjukkan keberpihakan yang jelas, seperti memuji satu anak secara berlebihan sambil memojokkan anak lainnya, dapat menanamkan luka yang cukup dalam.

Perlakuan yang tak seimbang ini memicu persaingan saudara (sibling rivalry) yang pahit dan tak sehat. Anak yang merasa tak diuntungkan juga berisiko mengalami rasa rendah diri yang permanen hingga mereka dewasa kelak.