Periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 148,19 juta orang berstatus bekerja, sementara 7,22 juta orang masih menganggur.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moch Edy Mahmud, mengatakan jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Pada saat yang sama, jumlah pengangguran berkurang sebanyak 24 ribu orang.

"Pada Mei 2026, jumlah angkatan kerja tercatat sebesar 155,41 juta orang. Dari angka tersebut, terdapat 148,19 juta penduduk yang berstatus bekerja dan 7,22 juta lainnya menganggur," kata Edy saat konferensi pers di Jakarta, dikutip Kamis (6/8).

Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 28,75% dari total pekerja nasional. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 17,80%, serta industri pengolahan sebesar 13,53%.

Edy menjelaskan sebagian besar lapangan usaha mencatat peningkatan jumlah tenaga kerja dibandingkan Februari 2026. Sektor akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang penambahan tenaga kerja terbesar, yakni sebanyak 195 ribu orang. Disusul sektor transportasi dan pergudangan yang bertambah 121 ribu orang.

Dari sisi status pekerjaan, sebanyak 37,09% dari total 148,19 juta penduduk bekerja berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai. Sementara itu, kelompok pekerja yang berusaha sendiri mencatat kenaikan terbesar, yakni bertambah 1,38 juta orang dibandingkan Februari 2026.

Sebaliknya, jumlah pekerja keluarga mengalami penurunan sekitar 1,01 juta orang pada periode yang sama. BPS juga mencatat proporsi pekerja informal turun tipis menjadi 59,30% dari total penduduk bekerja.

Dari sisi pendidikan, pekerja dengan pendidikan diploma ke atas mencapai 13,18% dari total penduduk bekerja. Namun, struktur tenaga kerja Indonesia masih didominasi oleh pekerja berpendidikan SD ke bawah yang mencapai 35,40%.

Meski demikian, dibandingkan Februari 2026, proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK, dan diploma ke atas mengalami peningkatan, yang menunjukkan perbaikan kualitas tenaga kerja nasional.

"Sementara itu, 35,40 persen penduduk yang bekerja memiliki pendidikan SD ke bawah dan masih mendominasi struktur penduduk bekerja di Indonesia. Jika dibandingkan Februari 2026, proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK, dan diploma ke atas mengalami peningkatan," tutup Edy.