Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan penyerapan tenaga kerja didorong oleh derasnya investasi, terutama pada sektor hilirisasi dan manufaktur.
Menurut Airlangga, sekitar 30% investasi mengalir ke sektor hilirisasi, sementara investasi yang masuk ke Pulau Jawa banyak terserap ke sektor manufaktur. Kedua sektor tersebut menjadi penopang utama dalam menciptakan lapangan kerja baru.
"Di Pulau Jawa itu masuknya ke manufaktur, jadi sektor itulah yang menjadi salah satu penopang untuk peningkatan penyerapan tenaga kerja," ucap Airlangga saat konferensi pers di Jakarta, dikutip Kamis (6/8).
Selain itu, sektor akomodasi serta makanan dan minuman (mamin) juga memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
Hal tersebut didukung oleh meningkatnya aktivitas wisata, baik dari wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, sehingga mendorong pertumbuhan sektor mamin sekitar 10%.
"Jadi dua sektor itu menjadi sektor yang merekrut cukup banyak tenaga kerja," ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan mayoritas lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja dibandingkan Februari 2026.
Sektor akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang penambahan tenaga kerja terbesar dengan tambahan 195 ribu orang, disusul sektor transportasi dan pergudangan yang bertambah 121 ribu orang.
Dari sisi status pekerjaan, sebanyak 37,09% dari total 148,19 juta penduduk bekerja berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.
Sementara itu, kelompok penduduk yang berusaha sendiri mencatat kenaikan terbesar, yakni bertambah 1,38 juta orang dibandingkan Februari 2026.
Di sisi lain, jumlah pekerja keluarga berkurang sekitar 1,01 juta orang pada periode yang sama. BPS juga mencatat proporsi pekerja informal turun tipis menjadi 59,30% dari total penduduk yang bekerja.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar