Periskop.id – Pemerintah mengakselerasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menargetkan percepatan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta penanganan 11,15 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Penyiapan Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di wilayah-wilayah prioritas tersebut diproyeksikan tuntas dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mengungkapkan, penanganan di daerah 3T diprioritaskan karena tingginya angka stunting di kawasan tersebut.
“Fokus 3T kita selesaikan minggu ini dan semua sudah lengkap data dan sebagainya, terutama SPPG yang di daerah 3T yaitu Papua, NTT, dan Maluku yang paling banyak stunting,” kata Sudaryono, di Gedung Kemenko Pangan, Kamis (6/8).
Sudaryono menjelaskan, selain akselerasi di kawasan 3T, pemerintah secara paralel merampungkan pendataan target sasaran bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
“Juga fokus kepada 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sudah ketemu angkanya 11,15 juta. Ini juga akan diselesaikan dalam seminggu dua minggu ini,” ujar Sudaryono.
Sudaryono menambahkan, integrasi basis data penerima manfaat antarkementerian dan lembaga saat ini telah berjalan. Hal ini dilakukan untuk mendukung kelancaran penyaluran di lapangan.
“Pendataan juga kita targetkan satu bulan selesai sehingga data dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kependudukan, Kementerian Pendidikan, dan BGN sudah nyambung,” tutur Sudaryono.
Meski target kawasan 3T dan kelompok rentan dikebut dalam waktu singkat, Sudaryono mengakui penambahan belasan ribu titik dapur di kawasan luar 3T, seperti Pulau Jawa dan Sumatra membutuhkan waktu penataan hingga dua bulan.
“Tetapi ada juga yang belum bisa kita selesaikan, perlu waktu lebih panjang mungkin sekitar dua bulan, jumlah titik penambahan yang di Pulau Jawa, Sumatra, dan lain selain 3T itu ada hampir 10 ribuan, ada 13 ribu,” ungkap Sudaryono.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar