Periskop.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan sejumlah hasil penelitian dan inovasi di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Pemaparan berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (06/08).
Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, pemaparan mencakup dua bidang utama, yakni energi dan kedirgantaraan. Di sektor energi, ia menyebutkan fokus BRIN meliputi upaya menekan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) lewat pengembangan biofuel, energi terbarukan, baterai, hingga infrastruktur energi.
"Salah satunya yang tadi sudah Bapak Presiden saksikan tentang Adsorbed Natural Gas yang memungkinkan gas alam domestik disimpan dalam tekanan sekitar 30 bar, lebih rendah dari CNG konvensional melalui teknologi Metal Organic Framework atau MOF yang ditemukan peraih Nobel 2025 yaitu Susumu Kitagawa," kata Arif Satria dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (06/08).
Teknologi tersebut baru saja didemonstrasikan langsung di hadapan Presiden Prabowo sebelum dijelaskan lebih rinci oleh Arif. Menurutnya, tekanan penyimpanan yang lebih rendah dari CNG konvensional membuat teknologi ini berpotensi lebih efisien untuk distribusi gas domestik.
Arif juga mengungkapkan, BRIN telah menjalin kerja sama laboratorium bersama Kitagawa, peraih Nobel asal Jepang yang menemukan teknologi MOF tersebut. Kolaborasi ini disebut sebagai sister-lab antara BRIN dan tim peneliti Kitagawa.
"BRIN telah membangun sister-lab bersama peraih Nobel dari Jepang itu. Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG," ujar Arif.
Di luar sektor energi, BRIN turut memaparkan capaian di bidang kedirgantaraan. Arif menyebutkan, kemampuan yang dibangun mencakup desain teknologi pesawat, pesawat nirawak, satelit pengindraan jauh, hingga teknologi antariksa.
Salah satu capaian konkret yang dipaparkan adalah pesawat N219 buatan BRIN. Pesawat tersebut kini telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi secara komersial.
Lisensi produksi ini menandai tahap baru bagi pesawat N219, dari fase riset di BRIN menuju produksi massal oleh industri dirgantara nasional. Langkah ini menjadi bagian dari paparan capaian riset BRIN yang disampaikan langsung ke Presiden Prabowo.
Pemaparan di Istana Kepresidenan ini menjadi ajang bagi BRIN untuk menunjukkan sejumlah hasil riset strategis, mulai dari teknologi energi yang diklaim bisa menekan beban subsidi negara hingga produk dirgantara yang siap diproduksi industri dalam negeri.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar