Periskop.id - Partai Gerindra menanggapi santai hasil survei terbaru yang menunjukkan dinamika elektabilitas dan kepuasan publik. Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyebut naik-turun angka survei merupakan hal wajar dalam sistem demokrasi, terutama saat pemerintah tengah menjalankan kebijakan strategis.
Sugiat menilai survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia semestinya diposisikan sebagai alat evaluasi. Ia menegaskan, hasil survei tidak seharusnya dijadikan penentu arah kebijakan pemerintah.
"Naik-turunnya angka survei adalah hal yang wajar dalam proses penataan dan transisi kebijakan besar. Ketika pemerintah sedang melakukan pembenahan mendasar, seperti penataan anggaran, stabilisasi harga, dan persiapan program skala nasional, reaksi publik memang bisa sangat dinamis," kata Sugiat di Jakarta, Jumat (31/7).
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ini turut mengingatkan, masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum genap berjalan dua tahun. Menurutnya, terlalu dini bila perhatian publik hanya terpaku pada fluktuasi hasil survei, apalagi kontestasi politik berikutnya masih jauh.
"Sangat tidak bijak jika energi pemerintah dan perhatian publik habis disedot oleh polemik naik-turunnya angka survei di awal perjalanan. Sekarang adalah waktunya bekerja keras, bukan bertanding wacana," kata dia.
Pemerintahan saat ini, menurut Sugiat, sedang membangun fondasi kuat agar berbagai program bisa berjalan berkelanjutan. Ia meyakini kepercayaan publik akan berlipat ganda begitu pelayanan publik berjalan maksimal dan dampaknya makin dirasakan masyarakat.
Sugiat menegaskan, Partai Gerindra tidak panik menghadapi penurunan maupun dinamika hasil survei. Sebaliknya, survei dipandang sebagai masukan untuk mempercepat kinerja pemerintah.
"Angka-angka ini kami baca secara jernih sebagai alarm pengingat dan aspirasi jujur dari masyarakat yang harus direspons dengan percepatan kinerja, bukan dengan kegelisahan politik," kata dia.
Fokus utama pemerintah saat ini, kata Sugiat, adalah memenuhi kebutuhan masyarakat. Mulai dari menjaga stabilitas harga bahan pokok, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga memperluas akses pelayanan kesehatan.
Ia berharap hasil survei tidak dijadikan alat oleh pihak tertentu untuk membelokkan fokus kerja pemerintah maupun membingkai opini publik demi kepentingan politik jangka pendek.
"Jangan sampai survei dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk mendegradasi fokus kerja pemerintah atau sekadar membingkai opini publik demi kepentingan politik jangka pendek," katanya.
Tinggalkan Komentar
Komentar