Periskop.id – Qualcomm memperluas keluarga chipset kelas atasnya dengan menghadirkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 V-series. Varian baru berkode SM8850-1-AB tersebut mempertahankan kecepatan CPU dan GPU versi reguler, tetapi membawa kapasitas memori grafis khusus yang lebih kecil.
Redmi K100 Pro dipastikan menjadi ponsel pertama yang menggunakan chipset tersebut. Perangkat itu dijadwalkan meluncur bersama Redmi K100 Pro Max di China pada 11 Agustus 2026.
Meski diarahkan untuk ponsel dengan fokus gaming, belum ada hasil pengujian independen yang membuktikan varian V-series lebih kencang daripada Snapdragon 8 Elite Gen 5 reguler. Perbedaannya justru dapat menunjukkan upaya Qualcomm menyediakan performa kelas atas dengan biaya produksi yang lebih terkendali.
Kecepatan CPU dan GPU Tetap Sama
Snapdragon 8 Elite Gen 5 V-series menggunakan delapan inti Qualcomm Oryon. Susunannya terdiri atas dua inti utama dengan kecepatan hingga 4,6 GHz dan enam inti performa hingga 3,62 GHz.
GPU Adreno yang digunakan tetap berjalan pada frekuensi hingga 1,2 GHz. Konfigurasi tersebut sama dengan versi Snapdragon 8 Elite Gen 5 berkecepatan 4,6 GHz.
Qualcomm memang menyediakan beberapa konfigurasi Snapdragon 8 Elite Gen 5. Pada laman resminya, perusahaan mencantumkan varian dengan kecepatan maksimum 4,74 GHz, versi 4,6 GHz, serta pilihan CPU tujuh inti untuk kebutuhan perangkat tertentu.
Chipset baru tersebut juga mempertahankan Hexagon NPU untuk pemrosesan kecerdasan buatan, modem Snapdragon X85 5G, sistem konektivitas FastConnect 7900, dukungan LPDDR5X, penyimpanan UFS 4.1, dan Qualcomm Spectra ISP.
Modem X85 secara teoritis mendukung kecepatan unduh hingga 12,5 Gbps dan unggah hingga 3,7 Gbps. Sementara FastConnect 7900 membawa dukungan Wi-Fi 7, Bluetooth, dan Ultra Wideband.
Memori Grafis Dikurangi Menjadi 12 MB
Perbedaan perangkat keras paling menonjol terdapat pada Adreno High Performance Memory atau HPM. Snapdragon 8 Elite Gen 5 reguler membawa memori grafis khusus sebesar 18 MB, sedangkan V-series hanya dibekali 12 MB.
Adreno HPM merupakan memori khusus pada GPU yang digunakan untuk meningkatkan bandwidth, mempercepat pengambilan data grafis, dan menekan konsumsi daya ketika menjalankan permainan berat.
Qualcomm menyebut Adreno HPM pada versi reguler dapat meningkatkan performa dalam skenario tertentu hingga 38% dan efisiensi daya hingga 10%. Kapasitas yang lebih kecil pada V-series berpotensi memengaruhi performa pada beban grafis berat, tetapi dampaknya baru dapat dipastikan melalui pengujian langsung.
Karena frekuensi CPU dan GPU tidak diturunkan, varian baru diperkirakan menyasar ponsel kelas menengah premium yang menginginkan performa mendekati flagship, tetapi tidak membutuhkan konfigurasi tertinggi.
Tetap Membawa Fitur Gaming Kelas Atas
Snapdragon 8 Elite Gen 5 V-series tetap dilengkapi teknologi Snapdragon Elite Gaming. Fitur yang tersedia mencakup dukungan penuh Unreal Engine 5, Mesh Shading, Tile Memory Heap, dan ray tracing berbasis perangkat keras.
Adreno Frame Motion Engine 3.0 juga dapat meningkatkan jumlah bingkai gambar melalui interpolasi dengan konsumsi daya lebih rendah. Qualcomm mengklaim teknologi tersebut mampu memberikan penghematan daya hingga 40% pada permainan tertentu.
Sementara Snapdragon Game Super Resolution digunakan untuk meningkatkan resolusi gambar dari sumber yang lebih rendah agar permainan tetap terlihat tajam tanpa membebani GPU secara berlebihan.
Namun, seluruh teknologi itu juga tersedia pada Snapdragon 8 Elite Gen 5 reguler. Dengan demikian, label gaming pada V-series lebih menggambarkan sasaran perangkat dan strategi pemasaran, bukan fitur eksklusif yang tidak tersedia pada versi sebelumnya.
Qualcomm sebelumnya menyebut generasi Snapdragon 8 Elite Gen 5 menawarkan peningkatan performa CPU sebesar 20%, GPU 23%, dan NPU 37% dibandingkan pendahulunya.
“Dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, pengguna berada di pusat pengalaman selulernya. Platform ini memungkinkan agen AI personal melihat apa yang Anda lihat, mendengar apa yang Anda dengar, dan berpikir bersama Anda secara langsung,” kata Senior Vice President and General Manager Mobile Handset Qualcomm Technologies Chris Patrick dalam pernyataan resminya.
Redmi K100 Pro Diklaim Tembus 4,09 Juta Poin
Redmi K100 Pro akan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 V-series bersama layar 6,59 inci dengan refresh rate 185 Hz. Xiaomi mengklaim perangkat itu mencatat skor sekitar 4,095 juta poin dalam pengujian AnTuTu versi 11.
Sebagai perbandingan, Redmi K100 Pro Max dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 reguler diklaim memperoleh sekitar 4,55 juta poin. Selisih tersebut mengindikasikan varian V-series berada sedikit di bawah versi reguler, meski hasil benchmark dari produsen belum tentu menggambarkan penggunaan sehari-hari.
Redmi K100 Pro juga akan membawa sistem audio yang disetel bersama Bose dan tiga kamera belakang. Xiaomi memosisikannya pada rentang harga sekitar 4.000 yuan atau kurang lebih Rp9,4 juta berdasarkan kurs saat ini.
Sementara Redmi K100 Pro Max akan menjadi versi lebih tinggi dengan layar 6,9 inci dan Snapdragon 8 Elite Gen 5 reguler. Detail harga resmi kedua model baru akan diumumkan saat peluncuran.
Peluang Hadir pada POCO F9
Sejumlah laporan menyebut Redmi K100 Pro dan K100 Pro Max berpotensi dipasarkan secara global dengan nama POCO F9 Pro dan POCO F9 Ultra. Strategi tersebut mengikuti kebiasaan Xiaomi yang menggunakan beberapa model Redmi K-series sebagai dasar perangkat POCO di pasar internasional.
Namun, hingga kini Xiaomi maupun POCO belum mengonfirmasi nama, jadwal peluncuran global, atau penggunaan chipset V-series pada kedua perangkat tersebut. Informasi mengenai POCO F9 karena itu masih harus diperlakukan sebagai perkiraan.
Kehadiran Snapdragon 8 Elite Gen 5 V-series memperlihatkan strategi Qualcomm memperbanyak pilihan chipset dalam satu keluarga. Produsen ponsel dapat mempertahankan kecepatan inti kelas flagship sambil menyesuaikan kapasitas memori grafis dan harga perangkat.
Bagi konsumen, performa nyata chipset baru nantinya akan ditentukan oleh sistem pendingin, kapasitas RAM, optimasi perangkat lunak, konsumsi daya, dan kemampuan ponsel mempertahankan kinerja selama sesi bermain panjang
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar