periskop.id - Kementerian Luar Negeri RI memastikan bahwa isu Palestina akan menjadi salah satu prioritas yang diangkat Indonesia pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-80 bulan depan.

“Dukungan kita pada Palestina akan mengemuka (selama Sidang Majelis Umum PBB),” ujar juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela mengutip Antara, Kamis (28/8).

Mulachela belum merinci topik lain yang akan disampaikan, sebab Kemlu masih memfinalisasi daftar isu dan poin pembahasan yang akan dibawa Indonesia tahun ini, menegaskan bahwa penyusunan agenda diplomasi Indonesia di forum internasional tersebut masih berlangsung.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB pada September 2025 di markas besar PBB, New York. Menurut Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Hasan Nasbi, Prabowo akan berbicara pada sesi debat umum hari pertama, 23 September, sebagai pembicara ketiga setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

“Presiden akan menyampaikan pidatonya pada hari pertama (Sidang Majelis Umum PBB),” kata Nasbi.

Hasan tidak menjawab secara spesifik isu atau pesan utama yang akan disampaikan Presiden Prabowo, namun ia mendorong masyarakat untuk menyaksikan langsung pidato tersebut pada hari pelaksanaannya. Pidato ini akan menjadi penanda penting bagi diplomasi Indonesia di panggung dunia.

Kehadiran Prabowo juga menjadi momen bersejarah, karena ia akan menjadi Presiden Indonesia pertama dalam lebih dari satu dekade yang berbicara langsung di forum Sidang Majelis Umum PBB. Selama 10 tahun kepemimpinannya, Presiden sebelumnya, Joko Widodo, memilih untuk tidak hadir secara fisik dan selalu mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mewakili Indonesia.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai kesempatan berbicara di urutan ketiga hari pertama Sidang Majelis Umum PBB ini membawa bobot diplomatik yang signifikan seraya menekankan bahwa posisi ini membuat pidato Presiden Prabowo berpotensi mendapat perhatian besar dari dunia internasional.

Dino juga meyakini pandangan dan pernyataan Prabowo akan menjadi sorotan, baik dari negara-negara Barat dan maju maupun negara berkembang yang tergabung dalam blok Global South.  

Isu Palestina masuk agenda, arah pidato Indonesia dinilai akan mencerminkan sikap konsisten politik luar negeri bebas-aktif dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.