periskop.id - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melanjutkan langkah strategis melalui aksi pembelian kembali saham (buyback). Emiten teknologi ini resmi memulai buyback tahap III sebagai kelanjutan dari program buyback tahap II yang berlangsung pada periode 6 Oktober 2024 hingga 7 Juli 2025.

"Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya sebesar Rp280.993.812.026," demikian keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (7/2).

Corporate Secretary PT Bukalapak.com Tbk, Cut Fika Lutfi, menyampaikan bahwa hingga berakhirnya buyback tahap sebelumnya, perseroan masih memiliki sisa dana yang cukup signifikan. Dari total anggaran buyback sebesar Rp1,9 triliun, masih tersedia dana Rp280,99 miliar yang siap dimanfaatkan untuk aksi lanjutan ini.

Buyback tahap ketiga dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 9 Februari hingga 8 Mei 2026. Dalam pelaksanaannya, pembelian saham akan dilakukan pada harga yang dinilai wajar serta memberikan nilai tambah bagi perseroan. Aksi tersebut dapat dilakukan baik melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, dengan mekanisme pembelian secara bertahap ataupun sekaligus, sesuai kondisi pasar.

"Pembelian kembali saham akan dilakukan di Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan akan diselesaikan paling lambat terhitung sejak 9 Februari 2026 hingga 8 Mei 2026," bunyi pernyataan yang sama.

Fika menegaskan bahwa pelaksanaan buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kinerja operasional maupun pendapatan perusahaan. Hal tersebut didukung oleh kondisi permodalan dan arus kas Bukalapak yang dinilai cukup kuat untuk menjalankan aksi korporasi tanpa mengganggu aktivitas bisnis utama.

Adapun sumber dana yang digunakan untuk pembelian kembali saham seluruhnya berasal dari optimalisasi kas internal perseroan. Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang di tengah dinamika pasar saham dan industri digital nasional.