Apa Itu Korve? Dari Kerja Paksa Menjadi Disiplin Nasional
periskop.id Istilah korve kini kembali mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, hingga BUMN untuk melaksanakan kegiatan ini minimal 30 menit setiap pagi sebelum jam kerja.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korve secara harafiah berarti kerja wajib atau tugas tambahan untuk memelihara kebersihan fasilitas. Jika dulu istilah ini terbatas di barak militer, kini korve menjadi bagian dari etos kerja birokrasi sipil Indonesia.
Sejarah Corvée: Warisan Masa Feodal
Secara etimologi, korve berasal dari kata Prancis, corvée. Dalam catatan Wikipedia, sistem ini awalnya merujuk pada kerja wajib tanpa upah di masa feodal untuk membangun infrastruktur negara. Namun, di era modern Indonesia, korve telah bertransformasi menjadi simbol gotong royong dan tanggung jawab lingkungan.
Instruksi Presiden Prabowo: "Perang Terhadap Sampah"
Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (2/2/2026), Presiden Prabowo menekankan bahwa korve adalah langkah nyata untuk mewujudkan "Indonesia Asri". Berikut adalah poin utama instruksi tersebut:
- Waktu Pelaksanaan: Minimal 30 menit setiap pagi sebelum operasional kantor dimulai.
- Lingkup Pelaksana: Berlaku bagi seluruh Menteri, ASN, pegawai BUMN, hingga anggota TNI dan Polri.
- Target Utama: Menghilangkan sampah plastik dan kotoran di area perkantoran pelat merah serta fasilitas publik.
Presiden menginginkan para pemimpin lembaga menjadi teladan. "Minimal setengah jam pagi-pagi sebelum masuk kantor, kalau perlu menterinya yang memimpin," tegasnya.
Mengapa Korve Diterapkan di Lingkungan Sipil?
Langkah mengadopsi tradisi militer ke dalam birokrasi sipil ini bertujuan untuk:
- Mengubah Mentalitas: Menanamkan kepedulian terhadap detail dan estetika lingkungan kerja.
- Solidaritas Institusional: Membangun kebersamaan antar pegawai melalui aksi nyata, bukan sekadar teori.
- Respons Krisis Lingkungan: Menanggapi isu sampah di destinasi wisata dan kota besar yang mulai dikeluhkan wisatawan mancanegara.
| Perbandingan | Korve Militer (Tradisional) | Korve Instansi Pemerintah (Modern) |
|---|---|---|
| Fokus | Perawatan barak & senjata | Kebersihan kantor & pengurangan plastik |
| Tujuan | Disiplin dan kesiapan tempur | Disiplin nasional & "Indonesia Asri" |
| Pelaksana | Prajurit dan siswa kedinasan | ASN, Pegawai BUMN, & Pejabat Negara |
Menuju Budaya Baru Birokrasi
Dengan instruksi terbaru ini, korve tidak lagi dipandang sebagai tugas sampingan yang rendah, melainkan sebagai instrumen perubahan karakter bangsa. Transformasi dari tradisi militer menjadi kebijakan nasional menunjukkan komitmen pemerintah untuk memerangi sampah langsung dari lingkup internal birokrasi.
Tinggalkan Komentar
Komentar