periskop.id - Kasus Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya Epstein files yang memuat dugaan kejahatan seksual di linimasa media sosial X.
Epstein kerap dipandang sebagai simbol skandal besar yang melibatkan uang, kekayaan, kekuasaan, dan praktik eksploitasi seksual. Kasus ini bahkan turut menyeret sejumlah nama besar, seperti Donald Trump, Elon Musk, Bill Gates, dan tokoh lainnya.
Terbaru, Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan halaman dokumen yang berkaitan dengan Epstein pada 30 Januari 2026. Perilisan tersebut dilakukan berdasarkan undang-undang yang disahkan Kongres pada November tahun lalu, yang mewajibkan dokumen pemerintah terkait Epstein dibuka untuk publik.
Munculnya kembali kasus ini memicu rasa penasaran masyarakat. Tidak sedikit juga publik yang baru mengikuti perkembangan perkara tersebut sehingga belum sepenuhnya mengetahui siapa Jeffrey Epstein dan bagaimana kasus hukum yang menjeratnya.
Siapa Jeffrey Epstein?
Mengutip Britannica, Jeffrey Epstein lahir pada 20 Januari 1953 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS). Ia dikenal sebagai pemodal asal AS yang memiliki jaringan pergaulan luas dengan kalangan superkaya, politisi, anggota keluarga kerajaan, hingga selebritas.
Epstein merupakan anak sulung dari pasangan Paula Epstein dan Seymour Epstein, yang keduanya merupakan keturunan imigran Yahudi. Sejak kecil, ia dikenal sebagai siswa berbakat, khususnya dalam bidang matematika dan memiliki kemampuan bermain piano dengan baik.
Untuk pendidikan menengah, Epstein bersekolah di Lafayette High School, Gravesend, Brooklyn. Selama menempuh pendidikan di sana, ia pernah mengalami perlakuan antisemit. Ia lulus dari sekolah tersebut pada tahun 1969.
Pada akhir tahun yang sama, Epstein melanjutkan pendidikan ke Cooper Union for the Advancement of Science and Art hingga 1971. Setelah itu, ia pindah ke Courant Institute of Mathematical Sciences di Universitas New York. Namun, pendidikannya tidak pernah ia tuntaskan hingga meraih gelar akademik.
Meski tidak menyelesaikan pendidikan sarjana, ia tercatat pernah mengajar matematika dan fisika di sekolah swasta Dalton School, Manhattan, New York, yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga kaya.
Perjalanan Karier dan Relasi dengan Orang Penting
Awal karier Epstein hingga menjadi seorang miliuner bermula ketika ia diperkenalkan oleh ayah salah satu murid di sekolah swasta tempatnya mengajar kepada Alan Greenberg, yang saat itu menjabat sebagai CEO perusahaan investasi Wall Street, Bear Stearns. Dalam waktu relatif singkat, yaitu sekitar empat tahun sejak perkenalan tersebut, Epstein berhasil menjadi mitra di perusahaan itu.
Pada 1982, ia kemudian mendirikan perusahaan investasi pribadinya bernama J. Epstein & Co. Perusahaan ini berfokus pada pengelolaan aset klien dengan kekayaan sangat besar, yaitu mereka yang memiliki aset lebih dari US$1 miliar. Dari sinilah Epstein mulai meraih kesuksesan finansial yang signifikan.
Salah satu klien utama perusahaannya adalah Leslie H. Wexner, miliarder ritel yang membawahi sejumlah perusahaan besar. Epstein mengelola aset milik Wexner dan memperoleh keuntungan besar dari kerja sama tersebut.
Memasuki dekade 1990-an, Epstein menjalankan bisnisnya dari Pulau St. Thomas di Kepulauan Virgin, AS. Kekayaannya yang terus meningkat mendorongnya membeli berbagai properti mewah, termasuk rumah terbesar di Manhattan, serta properti di Palm Beach, Florida, Paris, dan New Mexico.
Epstein juga memanfaatkan kekayaannya untuk memperluas jaringan pergaulan dengan kalangan elite dan tokoh berpengaruh. Ia diketahui menjalin hubungan dengan sejumlah figur ternama, seperti Michael Jackson, Bill Gates, profesor Harvard Alan Dershowitz dan Larry Summers, profesor Massachusetts Institute of Technology Noam Chomsky hingga Pangeran Windsor.
Selain itu, Epstein memiliki kedekatan dengan Donald Trump dan Bill Clinton sejak akhir 1980-an. Ia tercatat pernah menghadiri acara di Gedung Putih pada 1993 dan berfoto bersama Clinton. Jejak kedekatan tersebut juga terlihat dalam buku kenangan ulang tahun ke-50 Epstein pada 2003 yang ditandatangani oleh Bill Clinton dan Donald Trump. Keduanya bahkan disebut pernah melakukan penerbangan dengan menggunakan pesawat pribadi milik Epstein.
Kasus yang Menjerat Epstein
Jeffrey Epstein pertama kali dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak perempuan di Palm Beach pada 2005. Tuduhan tersebut muncul setelah seorang perempuan melaporkan bahwa anak tirinya yang berusia 14 tahun diduga dicabuli oleh seorang pria bernama Jeff. Laporan ini kemudian mendorong FBI untuk memulai penyelidikan.
Pada 2008, Epstein dinyatakan bersalah atas dua pelanggaran hukum negara bagian, yaitu menyewa jasa prostitusi dan menyewa jasa prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Ia dijatuhi hukuman penjara selama 13 bulan, namun mendapatkan keringanan berupa izin bekerja di luar penjara di Palm Beach selama enam hari dalam sepekan.
Pada 2018, jurnalis investigasi Miami Herald, Julie K. Brown, mengungkap bahwa setidaknya 80 perempuan diduga menjadi korban pelecehan seksual Epstein. Temuan tersebut memicu peninjauan ulang terhadap penanganan kasusnya.
Kasus ini kembali bergulir ketika Epstein ditangkap pada Juli 2019 di Bandara Teterboro, New Jersey, atas tuduhan perdagangan seks dan kemudian ditahan. Namun, pada Agustus 2019, Epstein ditemukan tewas akibat gantung diri di dalam sel tahanannya.
File Epstein
Epstein files merupakan kumpulan dokumen setebal ribuan halaman yang berkaitan dengan kasus kriminal perdagangan seksual yang melibatkan Jeffrey Epstein. Berkas-berkas tersebut memuat berbagai dokumen penting, seperti catatan perjalanan, rekaman komunikasi, serta korespondensi email yang menunjukkan hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh berpengaruh.
Dokumen ini kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya tiga email yang disebut-sebut Donald Trump mengetahui praktik perdagangan seks yang dilakukan Epstein. Meski demikian, Trump secara konsisten membantah tudingan tersebut.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Jumat, 30 Januari 2026, merilis jutaan berkas yang berkaitan dengan kasus Epstein. Dokumen tersebut terdapat 3 juta halaman, dilengkapi dengan 180.000 gambar dan 2.000 video.
Di dalam berkas tersebut tercantum berbagai informasi, mulai dari masa hukuman Epstein di penjara, laporan psikologis, catatan terkait kematiannya, hingga dokumen investigasi terhadap Ghislaine Maxwell yang diduga berperan membantu Epstein dalam praktik perdagangan anak perempuan.
Tinggalkan Komentar
Komentar