Kepuasan Publik AS ke Trump Anjlok ke Level 32%
Survei terbaru Reuters/Ipsos mencatat rating kepuasan Donald Trump anjlok ke 32%, dipicu kekecewaan bahkan dari kalangan Partai Republik sendiri.

Periskop.id - Tingkat kepuasan publik Amerika Serikat terhadap Presiden Donald Trump anjlok ke posisi 32%, terendah sepanjang karier politiknya. Survei terbaru Reuters/Ipsos mencatatkan penurunan dari angka sebelumnya di 35%.
Jajak pendapat itu digelar secara daring terhadap 1.277 responden dewasa di seluruh AS. Margin kesalahannya tercatat sebesar ±3 poin persentase.
"Amerika Serikat mendekati akhir perang dengan Iran," kata Trump pekan lalu, sembari membuka kemungkinan kembalinya jalur diplomasi.
Dikutip dari Al Jazeera, penurunan angka kepuasan tersebut didorong kekecewaan luas publik, termasuk dari internal Partai Republik, terhadap penanganan Trump atas biaya hidup dan perang melawan Iran.
Survei berlangsung selama empat hari dan berakhir pada Minggu (20/9). Dukungan dari kalangan Partai Republik terhadap Trump merosot tajam, dari 82% menjadi 73% hanya dalam sepekan.
Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025 dengan dua janji utama, yakni mengendalikan laju inflasi dan mengakhiri konflik militer di luar negeri. Saat pelantikan keduanya, tingkat kepuasan publik terhadapnya masih berada di angka 47%.
Kini, penanganan biaya hidup menjadi titik terlemah kinerja pemerintahan Trump. Hanya 17% responden yang menyetujui kebijakannya di bidang tersebut.
Isu tersebut dinilai bakal menentukan arah pemilu sela pada 3 November mendatang, saat Partai Republik berupaya mempertahankan keunggulan tipis di Kongres.
Ketidakpuasan di kalangan pendukung inti Trump menguat sejak serangan militer ke Iran pada Februari lalu. Konflik tersebut memicu lonjakan harga bahan bakar yang menekan masyarakat menengah ke bawah.
Untuk pertama kalinya, mayoritas pendukung Partai Republik, sebesar 51%, menyatakan tidak setuju dengan cara Trump menangani biaya hidup. Hanya 44% yang masih mendukung kebijakan tersebut.
Meski begitu, pihak Teheran belum memberikan konfirmasi apakah negosiasi langsung antara kedua negara telah kembali dimulai.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Donald Trump, dan tingkat kepuasan dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.