banner-sheroes-yoga
Internasional

Konflik Saudi-Houthi Memanas, Riyadh Digempur Rudal dan Drone

Houthi Yaman mengklaim menyerang Riyadh dengan rudal dan drone, memicu kepanikan usai asap hitam tebal terlihat di sekitar Bandara King Khalid.

Konflik Saudi-Houthi Memanas, Riyadh Digempur Rudal dan Drone
Peluncuran sebuah pesawat nirawak (drone) yang diduga diarahkan ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. dok. Houthi Media Center
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kelompok Houthi Yaman mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah lokasi sensitif di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu waktu setempat. Serangan itu memicu kepanikan setelah kobaran api dan asap hitam tebal terlihat membubung di sekitar Bandara Internasional Raja Khalid, bandara utama ibu kota Saudi.

Reuters melaporkan, Minggu (20/9), rekaman video dan foto menunjukkan kolom asap hitam besar menutupi area sekitar bandara. Asap tersebut mencakup jalan raya, gedung terminal utama, hingga sejumlah fasilitas lain di kawasan itu.

Api juga tampak menyala dari balik area yang diduga merupakan tangki bahan bakar. Seorang jurnalis di kawasan Olaya, Riyadh, melaporkan mendengar suara ledakan keras sebelum peringatan keamanan dicabut, menurut Reuters.

Otoritas pertahanan sipil Saudi sebelumnya mengirimkan peringatan darurat lewat telepon soal potensi bahaya serangan udara di Riyadh dan Al-Kharj. Status siaga tersebut berakhir pada Sabtu pagi.

Houthi menyebut serangan itu sebagai aksi balasan atas serangan terhadap ibu kota Yaman, Sanaa. Kelompok tersebut juga mengklaim turut menargetkan fasilitas minyak Aramco di Yanbu, salah satu pusat ekspor minyak utama Saudi.

Koalisi militer pimpinan Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal yang mengarah ke Riyadh. Koalisi itu mengklaim turut menggagalkan sejumlah serangan lain yang menyasar wilayah Bish, Farasan, Taif, dan Yanbu.

Sampai saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan akibat rangkaian serangan tersebut.

Eskalasi konflik ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan kawasan Timur Tengah sekaligus pasokan energi global. Amerika Serikat merespons dengan mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya yang berada di kawasan tersebut.

Dewan Keamanan PBB mengecam serangan Houthi terhadap infrastruktur sipil dan energi Saudi. Kecaman itu muncul di tengah meningkatnya tensi konflik antara kedua pihak.

Turki menyatakan kesiapan membantu Riyadh melalui pakta pertahanan bersama Pakistan. Sementara itu, Iran menyerukan penghentian perang antara Saudi dan Houthi.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Houthi, arab saudi, dan perang arab dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.