Iklan
Internasional

Delegasi Indonesia Walk Out dari Sidang PBB Saat Netanyahu Mulai Berpidato

Delegasi Indonesia walk out dari Sidang Umum PBB saat Benjamin Netanyahu bersiap berpidato, bersama sejumlah delegasi negara lain.

Delegasi Indonesia Walk Out dari Sidang PBB Saat Netanyahu Mulai Berpidato
Tangkapan layar kursi delegasi Indonesia yang kosong menyusul aksi "walk out" oleh delegasi Indonesia dan sejumlah negara lainnya sebagai protes terhadap Benjamin Netanyahu di Markas PBB. (ANTARA)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indonesia meninggalkan aula Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato, Kamis (24/9) waktu setempat. Aksi tersebut dilakukan bersamaan dengan sejumlah delegasi negara lain yang juga keluar dari ruang sidang.

Menurut rekaman Perutusan Tetap RI di New York yang diterima di Jakarta pada Jumat (25/9), para diplomat Indonesia sebelumnya berada di kursi delegasi. Mereka kemudian bergegas meninggalkan ruangan ketika Netanyahu dipersilakan menuju mimbar.

Aksi walk out itu juga dilakukan diplomat dari berbagai negara lain. Mereka keluar dari aula ketika Netanyahu mulai mengambil posisi untuk menyampaikan pernyataan nasionalnya.

Suasana sidang kemudian menjadi riuh akibat banyaknya delegasi yang meninggalkan tempat duduk. Pemimpin sidang bahkan mengetukkan palu untuk meminta peserta menjaga ketertiban.

Antrean sempat terlihat di pintu keluar karena jumlah delegasi yang meninggalkan aula cukup banyak. Rekaman dan laporan media internasional juga menunjukkan aksi serupa dilakukan sejumlah perwakilan negara lain.

Netanyahu merespons aksi tersebut dengan mempersilakan delegasi yang masih berada di dalam aula untuk ikut meninggalkan ruangan. Ia menyampaikan pernyataan tersebut sebelum memulai pidatonya.

“Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang,” kata Netanyahu, sebagaimana disiarkan UN Web TV.

Pernyataan itu disampaikan ketika aula sidang telah ditinggalkan sejumlah besar delegasi. Reuters juga melaporkan puluhan delegasi keluar dari ruang sidang saat Netanyahu mulai berpidato.

Menurut laporan Jerusalem Post yang dikutip Sputnik, Netanyahu hanya berada di Amerika Serikat selama sekitar enam jam untuk menghadiri rangkaian Sidang Majelis Umum PBB. Dalam kunjungan tersebut, ia disebut tidak dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Kehadiran Netanyahu pada Sidang Majelis Umum PBB ke-81 berlangsung di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap kebijakan dan operasi militer Israel di Gaza serta situasi di Tepi Barat Palestina. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebelumnya menyebut konflik di Timur Tengah terus menimbulkan dampak terhadap warga sipil dan menyerukan de-eskalasi serta dialog.

Selain persoalan konflik di kawasan, status hukum Netanyahu di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga menjadi konteks dalam pemberitaan mengenai kehadirannya di forum PBB. ICC menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 21 November 2024 terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam catatan terbaru ICC, Netanyahu masih tercantum sebagai individu yang menjadi subjek surat perintah penangkapan tersebut. ICC mencatat surat perintah itu diterbitkan pada 21 November 2024 dan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan tindakan yang terjadi sejak 8 Oktober 2023 hingga setidaknya 20 Mei 2024.

Sementara itu, aksi walk out di Sidang Umum PBB menunjukkan bahwa pidato Netanyahu berlangsung di tengah perbedaan sikap tajam dari sejumlah delegasi mengenai kebijakan Israel dan konflik di Timur Tengah. Puluhan delegasi tercatat meninggalkan aula ketika perdana menteri Israel tersebut mulai menyampaikan pidatonya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Indonesia, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.