iklan periskop
Keuangan

Laba Ciputra Life Melonjak 95%, Premi Semester I 2026 Naik 53%

Laba bersih Ciputra Life melonjak 95% menjadi Rp99,3 miliar pada 2025. Premi semester I 2026 juga tumbuh 53% menjadi Rp387,6 miliar

5 hari yang lalu · 4 mnt baca
ciputra life
Konfresni Pers Kinerja Keuangan Ciputra Life Tahun 2025 dan Semester I 2026 di Jakarta, Jumat (21/8). dok. Ciputra Life
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) membukukan laba bersih Rp99,3 miliar sepanjang 2025, melonjak 95% dibandingkan Rp51 miliar pada 2024. Tren pertumbuhan berlanjut pada semester I 2026, ketika premi perusahaan mencapai Rp387,6 miliar atau meningkat 53% secara tahunan.

Kinerja tersebut menempatkan pertumbuhan premi Ciputra Life jauh di atas industri asuransi jiwa. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pendapatan premi industri asuransi jiwa hingga Juni 2026 tumbuh 8,40% secara tahunan menjadi Rp94,83 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit dengan penerapan PSAK 117, laba komprehensif Ciputra Life juga meningkat 126% dari Rp54,2 miliar menjadi Rp122,3 miliar.

Posisi neraca turut menguat. Total aset perusahaan mencapai Rp1,3 triliun pada akhir 2025 atau tumbuh 29%, sedangkan investasi meningkat 30% menjadi Rp1,1 triliun. Ekuitas melonjak 64% menjadi Rp312,3 miliar.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan, perusahaan berupaya menjaga ekspansi bisnis tanpa mengabaikan kesehatan keuangan. “Sepanjang 2025, Ciputra Life mencatatkan pertumbuhan laba, aset, investasi, dan ekuitas berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal dan pengelolaan risiko secara prudent,” ujar Hengky, Jumat (21/8). 

Dari sisi solvabilitas, Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life berada di level 315% pada akhir 2025. Posisi tersebut lebih dari dua kali lipat batas minimum regulator sebesar 120%.

Sebagai pembanding, RBC industri asuransi jiwa secara agregat tercatat 485,90% pada Desember 2025 dan berada di 461,94% per Juni 2026. Angka tersebut menunjukkan permodalan industri secara keseluruhan masih berada jauh di atas ambang batas regulator.

Premi Semester I 2026 Tembus Rp387,6 Miliar

Memasuki 2026, pertumbuhan terutama ditopang lini Asuransi Jiwa Kredit (AJK) dan Corporate Solution, serta perluasan kolaborasi dengan mitra bisnis lama maupun baru.

Premi semester I 2026 mencapai Rp387,6 miliar, naik 53% dibandingkan Rp253,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Angka tersebut juga telah dikonfirmasi dalam laporan publikasi perusahaan. Hengky menyebut, memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. 

"Pertumbuhan premi pada Semester I 2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas portofolio dan profitabilitas,” jelas Hengky.

AJK menjadi penyumbang utama dengan premi sekitar Rp277 miliar pada semester I 2026, tumbuh 43% secara tahunan. Portofolio ini mencakup perlindungan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), kredit UMKM, Kredit Multiguna (KMG), hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Pengembangan AJK ditopang kerja sama dengan lebih dari 50 mitra perbankan dan lembaga keuangan non-bank. Ciputra Life juga memperluas Corporate Solution, termasuk asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024.

Strategi diversifikasi menjadi penting karena pembiayaan konsumtif menghadapi tekanan. Sebelumnya dilaporkan, pertumbuhan KPR perbankan pada Mei 2026 hanya 4,7% secara tahunan, melambat dari 8% setahun sebelumnya. Pembiayaan kendaraan multifinance juga terkontraksi 1,44%.

Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto menambahkan, pelemahan pembiayaan baru dapat memengaruhi bisnis AJK. “Kondisi tersebut tentu berdampak pada laju pertumbuhan pembiayaan baru yang menjadi salah satu pendorong bisnis asuransi jiwa kredit,” katanya.

Karena itu, perusahaan tidak hanya mengandalkan KPR, tetapi memperluas perlindungan pada pembiayaan kendaraan dan produk keuangan lainnya. Premi AJK yang masih tumbuh 43% menunjukkan diversifikasi tersebut sejauh ini mampu menjaga momentum bisnis.

Laba Semester I 2026 Juga Bertumbuh

Selain premi, kinerja laba berlanjut pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Ciputra Life membukukan laba Rp31,13 miliar pada semester I 2026, naik 64,45% dibandingkan Rp18,93 miliar pada periode yang sama 2025.

Meski demikian, perusahaan mencermati sejumlah risiko untuk semester II, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, pergerakan suku bunga dan nilai tukar hingga volatilitas pasar keuangan. Pada bisnis kesehatan, inflasi medis dan kenaikan biaya layanan kesehatan juga menjadi perhatian.

Pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah turut meningkat sejalan dengan ekspansi bisnis. Nilainya mencapai Rp107,1 miliar pada semester I 2026, dibandingkan Rp56,7 miliar pada periode sama tahun lalu atau meningkat hampir 89%.

“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis,” ucap Hengky.

PSAK 117 Ubah Cara Industri Catat Pendapatan

Kinerja 2025 juga menjadi penting karena merupakan tahun pertama industri asuransi Indonesia menerapkan PSAK 117 tentang Kontrak Asuransi, yang mengadopsi IFRS 17.

OJK menetapkan PSAK 117 efektif sejak 1 Januari 2025 dan mewajibkan perusahaan asuransi menyampaikan laporan keuangan triwulanan menggunakan format baru tersebut.

PSAK 117 mengubah cara kontrak asuransi diukur serta bagaimana pendapatan dan laba diakui. Premi yang diterima tidak otomatis seluruhnya dicatat sebagai pendapatan pada saat pembayaran, melainkan pendapatan diakui sejalan dengan jasa perlindungan asuransi yang diberikan.

Ciputra Life menyatakan, laporan keuangan 2025 telah selesai diaudit dengan opini wajar tanpa modifikasian dan disampaikan kepada OJK. Laporan keuangan 2025 serta laporan bulanan hingga Juni 2026 juga tersedia di laman resmi perusahaan.

Implementasi standar baru berlangsung saat industri asuransi jiwa menghadapi dinamika kinerja. OJK mencatat premi industri asuransi jiwa sepanjang 2025 terkontraksi 3,81% menjadi Rp180,98 triliun. Memasuki 2026, kondisi berbalik dengan pertumbuhan premi sebesar 8,40% secara tahunan hingga Juni.

Di tengah pemulihan industri tersebut, pertumbuhan premi Ciputra Life sebesar 53% pada semester I 2026 menunjukkan laju ekspansi yang lebih tinggi dibandingkan pasar. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pertumbuhan tersebut sambil menjaga kualitas portofolio, solvabilitas, investasi dan kemampuan pembayaran klaim.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai asuransi, laba bersih, dan Kinerja Keuangan dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.