Pelajar Tewas Tertemper KRL di Perlintasan Kalideres
Seorang pelajar berusia 18 tahun tewas usai sepeda motornya tertemper KRL Commuter Line di perlintasan Semanan Tembok Bolong, Kalideres, Kamis pagi.

Periskop.id - Satlantas Polres Metro Jakarta Barat mengonfirmasi kecelakaan maut antara sepeda motor dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di perlintasan sebidang Semanan Tembok Bolong, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis pagi. Insiden itu menewaskan seorang pelajar berusia 18 tahun yang tengah berangkat sekolah.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto membenarkan kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Honda bernomor polisi B-3866 CME dengan KRL jurusan Tangerang. Ia menyebutkan, korban bernama Dede Kurniawan, warga Kampung Batu Ceper, Jurumudi Baru, Benda, Kota Tangerang.
"Kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai oleh pelajar itu melaju dari arah utara menuju ke arah selatan di Jalan Semanan Tembok Bolong," kata Joko saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (19/8).
Joko menerangkan, insiden terjadi saat korban dalam perjalanan menuju sekolah. Ia menduga korban tak memperhatikan laju kereta ketika mendekati perlintasan.
Bersamaan dengan itu, KRL jurusan Tangerang melintas kencang dari arah timur ke barat, tepat di samping kiri korban.
"Akibatnya, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Sepeda motor korban tertemper KRL yang sedang melintas," terang Joko.
Benturan keras itu membuat sepeda motor Honda milik korban rusak parah. Bodi motor ringsek dan pecah akibat hantaman kereta.
Korban sendiri mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan Visum et Repertum," tutur Joko.
Soal penyebab pasti kecelakaan, kepolisian disebut masih mendalami kasus ini lebih lanjut di lapangan.
"Dugaan sementara penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh tim di lapangan," pungkas Joko.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai kecelakaan kereta api, dan kecelakaan dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.