iklan periskop
Kota

LRT Kelapa Gading-Manggarai Rampung 100%, Tinggal Uji Kemenhub dan Peresmian

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai rampung 100%. Jalur 12,2 km dan 11 stasiun kini menjalani pengujian Kemenhub sebelum beroperasi

14 jam yang lalu · 4 mnt baca
LRT jakarta
Pembangunan LRT Jakarta 1B Velodrome-Manggarai yang sudah tersambung sepanjang 6,4 kilometer. dok. LRT Jakarta
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pembangunan fisik LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai telah rampung 100%, membuka jalan bagi pengoperasian penuh koridor sepanjang 12,2 kilometer yang menghubungkan Jakarta Utara, Timur, dan Selatan. Namun, layanan belum langsung dibuka untuk masyarakat karena masih menjalani tahap akhir pengujian dan verifikasi oleh Kementerian Perhubungan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kepastian tersebut setelah melakukan pengecekan terakhir di Stasiun LRT Manggarai, Senin (24/8/2026).

“Tadi saya bersama dengan jajaran Balai Kota melakukan pengecekan terakhir sebelum diresmikan. Kami melihat dan juga mendapatkan laporan, secara keseluruhan untuk pembangunan ataupun penyelesaian LRT ini, yang berkaitan dengan rel dan juga jalur layang, ini sudah selesai 100 persen,” kata Pramono.

Data Pemprov DKI Jakarta menunjukkan keseluruhan koridor Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan didukung investasi sekitar Rp12,1 triliun. Proyek tersebut terdiri atas jalur lama Kelapa Gading-Velodrome sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan perpanjangan Fase 1B Velodrome-Manggarai sepanjang 6,4 kilometer.

Sebelas pemberhentian yang disiapkan membentang dari Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi hingga Manggarai.

Rampung Fisik, Belum Berarti Langsung Beroperasi

Status rampung 100% yang disampaikan Pramono terutama mengacu pada penyelesaian infrastruktur, termasuk rel dan struktur jalur layang. Sebelum penumpang dapat menggunakan layanan secara penuh, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub bersama Jakpro masih melakukan rangkaian pengujian, mulai dari jalur, sistem persinyalan, Standar Pelayanan Minimum hingga safety assessment.

Tahap tersebut penting untuk memastikan jalur yang telah selesai dibangun memenuhi persyaratan keselamatan dan kelaikan operasi. Pada 13 Agustus, kesiapan operasional proyek masih tercatat sekitar 97,9% dengan beberapa pekerjaan tersisa pada sistem persinyalan dan fasilitas akhir. Pemprov ketika itu menargetkan bagian tersebut selesai pada 20 Agustus.

Kurang dari dua pekan kemudian, Pramono memastikan pekerjaan infrastruktur sudah mencapai 100%. Beritajakarta melaporkan proyek kini berada pada tahapan pengujian akhir Kemenhub sebelum pengoperasian penuh.

Diusulkan Diresmikan Prabowo 26 Agustus

Pemprov DKI telah mengusulkan 26 Agustus 2026 sebagai tanggal peresmian dan berharap Presiden Prabowo Subianto hadir langsung.

Namun, Pramono mengatakan, jadwal tersebut masih menyesuaikan agenda Presiden, terutama setelah pemerintah pusat fokus menangani gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Sebelumnya Pramono juga telah menyampaikan permintaan secara langsung agar Prabowo meresmikan koridor tersebut.

Apabila peresmian berlangsung sesuai rencana, Pemprov DKI menyiapkan layanan penuh mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Selama masa transisi, tarif LRT Jakarta ditetapkan tetap sebesar Rp5.000 hingga Oktober sebelum Pemprov menentukan kebijakan tarif berikutnya.

Ditargetkan Angkut 80 Ribu Penumpang per Hari

Pramono memperkirakan koridor Kelapa Gading-Manggarai dapat melayani hingga 80.000 penumpang per hari pada tahap awal. Target tersebut jauh lebih besar dibandingkan skala pelayanan LRT Jakarta ketika hanya mengoperasikan rute Kelapa Gading-Velodrome. Perpanjangan hingga Manggarai dinilai strategis karena membawa penumpang menuju salah satu simpul kereta tersibuk di Jakarta.

Manggarai saat ini menjadi titik pertemuan layanan KRL Commuter Line dan jaringan angkutan perkotaan lainnya. Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga telah melakukan penataan pedestrian serta sarana pendukung di sekitar Stasiun LRT Manggarai agar perpindahan antarmoda dapat berlangsung lebih mudah.

Secara keseluruhan, Pemprov DKI menyebut konektivitas transportasi publik Jakarta saat ini telah mencapai sekitar 93%. Penyambungan LRT menuju pusat-pusat transit lain diharapkan semakin memperkecil celah jaringan transportasi massal.

Setelah Manggarai, LRT Akan Diteruskan ke Dukuh Atas

Rampungnya Kelapa Gading-Manggarai bukan akhir pembangunan LRT Jakarta. Pemprov DKI berencana langsung melanjutkan jalur dari Manggarai menuju Dukuh Atas.

Rute lanjutan tersebut diproyeksikan memiliki panjang sekitar 2,4 kilometer dan akan membawa LRT Jakarta menuju kawasan yang sudah terhubung dengan MRT Jakarta, KRL, Kereta Bandara, LRT Jabodebek dan Transjakarta.

Pramono mengatakan kebutuhan investasi untuk kelanjutan hingga Dukuh Atas diperkirakan sekitar Rp2,7 triliun, termasuk kebutuhan tambahan sekitar 16 rangkaian kereta. Pemprov juga telah mengajukan obligasi daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan tersebut.

Setelah itu, jaringan LRT Jakarta direncanakan diperluas ke arah Jakarta International Stadium (JIS) serta Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim.

“‘Kami segera dan akan melanjutkan dari Velodrome ke Whoosh, kemudian dari Kelapa Gading ke JIS,’” papar Pramono.

Rencana pengembangan menuju JIS dan Halim sebelumnya juga telah disampaikan Pemprov sebagai bagian dari perluasan jaringan setelah koridor Manggarai-Dukuh Atas.

Jika seluruh jalur tersebut terealisasi, LRT Jakarta akan membentuk jaringan yang menghubungkan kawasan utara, timur, selatan hingga pusat kota dan bertemu dengan berbagai moda transportasi massal lainnya.

Karena itu, rampungnya Kelapa Gading-Manggarai menjadi tonggak penting, tetapi pekerjaan pemerintah belum sepenuhnya selesai. Fokus terdekat kini berada pada pengujian keselamatan oleh Kemenhub dan kepastian jadwal peresmian sebelum koridor sepanjang 12,2 kilometer tersebut benar-benar dapat digunakan masyarakat.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pramono Anung Wibowo, pemprov DKi jakarta, LRT jakarta, dan velodrome - manggarai dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.