Periskop.id - Sejumlah daerah di Sumatera Barat kembali direndam oleh banjir bandang, akibat tingginya intensitas curah hujan. Di antaranya Solok, Agam dan Padang.
Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra di Solok, Sabtu (3/1) mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah rawan banjir bandang, yakni Nagari (Desa) Saniangbaka, Muaro Pingai, dan Paninggahan di Kecamatan Junjung Sirih.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan pemerintah Kabupaten Solok, menyusul masih tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak pagi hari. Candra mengapresiasi aksi cepat tanggap PT. PLN (Persero) yang segera melakukan pemindahan tiang listrik yang terdampak erosi dan dinilai membahayakan karena debit air telah mencapai badan jalan.
Ia pun menyampaikan, penanganan darurat terus dilakukan secara terkoordinir dan lintas sektor. Candra didampingi oleh Purnomo dari PT Adhi Karya serta Joko Fernandes dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang dalam meninjau titik-titik kritis aliran sungai.
“Untuk penanganan sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna telah mengamankan rumah warga yang jebol akibat terjangan banjir di wilayah Muaro Pingai dan Paninggahan,” ujar Wabup.
Lebih lanjut, Candra menjelaskan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi lapangan. Melalui sambungan video call via WhatsApp, Kepala Dinas PUPR melaporkan, debit air kembali meningkat di Nagari Paninggahan.
Oleh karena itu, diperlukan penambahan alat berat untuk penanganan darurat di wilayah Muaro Pingai dan Paninggahan, guna meminimalisir dampak lanjutan.
Wakil bupati Solok berada langsung di lokasi Batang Paninggahan untuk memantau intensitas aliran sungai. Dari hasil pantauan tersebut, debit air terpantau cukup besar dan berpotensi menimbulkan banjir susulan.
Ia pun meminta masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai, kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan. “Apabila diperlukan, lebih baik mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, mengingat curah hujan masih tinggi dan kondisi Batang Paninggahan, Batang Muaro Pingai, Batang Saniangbaka, serta beberapa sungai lainnya saat ini sudah mengalami kenaikan debit air,” bebernya.
Pemerintah Kabupaten Solok, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Termasuk memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Lima Kali
Tak hanya di Solok, sejatinya sejumlah wilayah lain di Sumbar juga kembali mengalami banjir bandang. Sebanyak lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terjadi selama Kamis (1/1/2026).
"Sudah lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, semenjak Kamis (1/1) pagi sampai sore," kata Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar di Lubuk Basung, Kamis.
Ia mengatakan, banjir bandang terjadi secara berturut-turut semenjak pukul 12.00 WIB, akibat longsor susulan terjadi di Kelok 28 dan Kelok 42. Setelah itu berhenti dan material banjir bandang kembali turun berupa lumpur dan bebatuan menuju arah Pasar Maninjau atau Simpang Maninjau.
"Ini mengingat Sungai Muaro Pisang tertimbun material tanah, sehingga mengalir ke lokasi lain ke arah Simpang Maninjau," tuturnya.
Material banjir, lanjut dia, memasuki rumah warga sehingga merusak sejumlah rumah di lokasi tersebut. Untuk itu ia mengimbau warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan, karena sewaktu-waktu material akan turun dalam kondisi hari tidak hujan.
"Warga sekitar telah mengungsi ke mushala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah, dengan jumlah sekitar 200 orang," kata Muzakar.
Ia menambahkan, alat berat yang bekerja membuang material banjir tersebut secara tentatif. Apabila banjir bandang susulan tidak terjadi, maka alat berat langsung bekerja dalam membuka akses jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi.
Namun saat banjir bandang kembali turun, kata dia, alat berat berhenti bekerja untuk sementara waktu. Di hulu Sungai Muaro Pisang, tambahnya, masyarakat yang berada di lokasi diminta untuk memberitahukan apabila terjadi longsor susulan ke masyarakat yang ada di bawah.
"Saat tanah longsor terjadi, langsung dilaporkan ke bawah, sehingga pembersihan material dihentikan," kata Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar
Pengerukan Sungai
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan pengerukan di sepanjang aliran Sungai. Terutama di daerah-daerah rawan bencana demi mencegah terjadinya banjir berulang.
"Saya sudah meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar berkoordinasi dengan balai sungai agar segera mengeruk sepanjang aliran sungai yang sudah mengalami pendangkalan," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Sabtu.
Hal tersebut disampaikan gubernur menyikapi banjir bandang susulan yang terjadi di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Mahyeldi mengatakan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan sangat mendesak dan penting untuk mencegah meluapnya debit air yang berpotensi menyebabkan bencana serupa di kemudian hari.
"Segera keruk sepanjang aliran sungai yang sudah mengalami pendangkalan sebelum dampak luapan air semakin parah," tegas Mahyeldi.
Pada kesempatan itu, eks Wali Kota Padang tersebut juga mengimbau masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman mengingat dalam beberapa hari terakhir curah hujan di Kabupaten Agam masih tinggi sehingga dikhawatirkan menyebabkan banjir bandang susulan.
"Masyarakat kita imbau untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebab, curah hujan masih tinggi dan tanah bekas longsoran masih sangat labil," imbau dia.
Sementara itu, Bupati Agam Benny Warlis menyambut baik respons Pemerintah Provinsi Sumbar dalam menangani dampak bencana di daerah tersebut. Apalagi, Kabupaten Agam sudah beberapa kali diterjang banjir bandang susulan sehingga butuh perhatian dan mitigasi lebih.
"Kita bersyukur ada tambahan alat berat yang dikerahkan gubernur untuk mempercepat penanganan di lapangan, termasuk bantuan untuk kebutuhan dasar masyarakat terdampak," ujarnya
Tinggalkan Komentar
Komentar