Periskop.id - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus melakukan inspeksi ruas jalan berlubang di sepanjang jalan Tol Jakarta-Cikampek, untuk dilakukan perbaikan menyusul masih tingginya intensitas hujan.

"Tim inspeksi terus bergerak melakukan pengecekan kondisi jalan secara menyeluruh, guna memastikan setiap potensi kerusakan dapat segera ditangani," kata Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo, dalam keterangannya di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (31/1).

Kegiatan pemeliharaan jalan di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek saat ini, kata dia, dilakukan secara simultan dengan penguatan inspeksi proaktif di lapangan. PT Tol JTT terus melanjutkan kegiatan pemeliharaan dan penanganan jalan secara bertahap dan terukur, guna memastikan keselamatan serta kenyamanan perjalanan pengguna Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. 

Sebagai tindak lanjut dari pekerjaan perbaikan yang telah dilaksanakan sebelumnya, PT JTT melaksanakan penanganan jalan, Kamis malam (29/1) di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Cakupan penanganan pada Jalur B arah Jakarta mulai dari KM 56 hingga KM 02, serta pada Jalur A arah Cikampek mulai dari KM 02 hingga KM 71.

Pekerjaan dilanjutkan pada Jumat (30/1), melalui penanganan lanjutan di sejumlah segmen prioritas, khususnya pada rentang KM 22+500 hingga KM 52+900 Jalur A arah Cikampek, sesuai hasil inspeksi lapangan.

Menurut Ria, seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pengaturan lalu lintas yang terkoordinasi serta tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan petugas di lapangan. Disebutkan, kegiatan pemeliharaan saat ini dilakukan secara simultan dengan penguatan inspeksi proaktif di lapangan.

Untuk data titik penanganan itu bersifat dinamis dan akan terus diperbarui, seiring hasil inspeksi lapangan yang dilakukan secara berkala. “Kami memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara hati-hati dan terukur, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan serta petugas di lapangan,” ucapnya.

Sejalan dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, JTT tetap menerapkan penyesuaian pola kerja pemeliharaan dengan menambah waktu penanganan pada siang hari. Di samping pekerjaan malam hari, guna memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat respons penanganan di lapangan.

Pihak JTT pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama proses pemeliharaan berlangsung.  Ia memastikan infrastruktur jalan tol tetap dalam kondisi optimal melalui pelaksanaan kegiatan pemeliharaan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga pengguna jalan dapat berkendara dengan aman dan nyaman.

Standar Pelayanan Minimal
Selain konsisten dan berkelanjutan, setiap pelaksanaan pemeliharaan jalan tol dilakukan secara terukur dengan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta ketentuan Service Level Agreement (SLA) dalam kontrak manajemen.

Menurutnya, inspeksi kondisi jalan pun dilakukan setiap hari melalui mekanisme self assessment oleh petugas di lapangan. Dengan begitu, potensi gangguan kondisi jalan dapat teridentifikasi sejak dini dan segera ditindaklanjuti sesuai indikator pelayanan yang berlaku.

Ria menjelaskan khusus untuk seluruh jenis gangguan berupa jalan berlubang, penanganan dilakukan secara prioritas dengan batas waktu maksimal 2×24 jam sejak temuan di lapangan atau diterimanya atensi masyarakat, sesuai ketentuan SPM Jalan Tol.

Sementara untuk jenis gangguan kondisi jalan lainnya, penanganan dilakukan berdasarkan indikator teknis, serta waktu toleransi pemenuhan masing-masing sesuai standar yang berlaku. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, perusahaan memastikan setiap atensi masyarakat maupun temuan di lapangan terkait gangguan kondisi jalan, ditindaklanjuti secara cepat dan terukur.

"Salah satu contohnya, pada 4 Januari 2026 telah dilaksanakan pekerjaan perbaikan lubang di Km 15+070 arah Jakarta lajur 1 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui metode patching tipe 1 atau permanen. Saat ini, kondisi jalan tersebut telah kembali dapat dilalui dengan aman oleh pengguna jalan," tuturnya. 

Pihaknya juga terus mengoptimalkan kesiapsiagaan tim lapangan, sebagai respons terhadap kondisi cuaca yang kurang mendukung, khususnya curah hujan yang tinggi.

Pada salah satu ruas favorit di Jawa Tengah yakni Ruas Jalan Tol Batang-Semarang, telah dilaksanakan sejumlah kegiatan pemeliharaan jalan berupa penanganan perkerasan dan perbaikan kondisi jalan, pada rentang Km 354 hingga Km 358. Hal ini guna menjaga kualitas infrastruktur tetap terjaga dalam dinamika kondisi cuaca.

Dengan mempertimbangkan potensi curah hujan yang masih tinggi, perusahaan terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap hasil perbaikan yang telah dilakukan. Termasuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar kualitas layanan jalan tol tetap terjaga secara berkelanjutan.

Melalui penerapan inspeksi rutin, kepatuhan terhadap regulasi serta penanganan prioritas terhadap lubang jalan, ia menegaskan pemeliharaan jalan tol merupakan wujud komitmen berkelanjutan untuk menjaga infrastruktur tetap optimal. “Sekaligus menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat di seluruh ruas Trans Jawa," pungkasnya.