Periskop.id - Presiden RI Prabowo Subianto, dalam agenda pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2025–2026, menyoroti besarnya potensi dana umat yang dapat dihimpun melalui pengelolaan terintegrasi dengan jumlah mencapai Rp500 triliun per tahun. Karena itu, ia pun menyampaikan rencana pembentukan lembaga pengelolaan dana umat yang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi tersebut.

"Saya diberi laporan oleh Menteri Agama, kalau dana umat semua dikelola dengan baik, itu bisa jumlahnya itu minimal Rp500 triliun satu tahun," kata Prabowo di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2). 

Menurut Presiden, potensi tersebut dapat menjadi kekuatan besar bagi kemajuan bangsa, apabila dikelola secara profesional dan akuntabel.

Potensi dana umat Islam di Indoensia sejatinya cukup besar jika dihitung berdasarkan jumlah populasi muslim di Indonesia, nilai pendapatan, tabungan, deposito, serta aset yang wajib dizakati. 

Dari berbagai sumber, diperkirakan potensi zakat di Indonesia bisa mencapai sekitar Rp327 triliun per tahun. Bahkan menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi serupa di kisaran Rp327 triliun – Rp480 triliun, jika digabung dengan wakaf. 

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kamaruddin Amin bahkan menyatakan potensi wakaf nasional bisa mencapai hampir Rp400 triliun per tahun, termasuk wakaf uang sekitar Rp181 triliun. Total nilai aset wakaf (termasuk tanah masjid, madrasah, dll.) diperkirakan mencapai ± Rp2.000 triliun, meskipun banyak yang belum produktif dikelola. 

Selain zakat dan wakaf, ada sumber lain dari dana umat yang bisa dikumpulkan. Di antaranya dari kurbansekitar Rp34,85 triliun (2025) dan fidyah dengan potensi sekitar Rp2 triliun per tahun. Kemudian, infak, sedekah, wasiat, hibah, dan dana tidak tertuan juga memiliki nilai besar yang belum dimaksimalkan. 

Belum Optimal
Meski potensinya ratusan triliun, realiasi pengumpulan melalui lembaga resmi jauh lebih kecil. Pada 2023, total koleksi zakat nasional melalui lembaga resmi (BAZNAS & LAZ) sekitar Rp32 triliun, atau hanya sekitar 9,7% dari potensi zakat. 

Lembaga seperti BAZNAS bahkan tercatat hanya mampu menghimpun sekitar Rp41 triliun.  Selisih besar antara potensi dan realisasi ini menunjukkan bahwa mayoritas dana zakat umat masih belum tersalurkan atau belum optimal digarap melalui kanal resmi. 

Sementara itu, pada kesempatan ini, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan antara ulama dan umara sebagai fondasi kebangkitan Indonesia. Kepala Negara mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan menyelesaikan setiap perbedaan melalui musyawarah dan mufakat.

Di akhir sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan pengurus MUI dan mengucapkan selamat bekerja kepada jajaran MUI periode 2025–2030. "Saya ucapkan selamat bekerja Majlis Ulama Indonesia, selamat berkhidmat untuk bangsa umat dan seluruh rakyat Indonesia," kata Presiden.