Periskop.id - Puncak arus mudik Lebaran tahun 2026 mulai terasa di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten. Sejak Selasa (17/3) malam hingga Rabu (18/3) dini hari, ribuan pemudik yang didominasi oleh kendaraan roda dua terpantau memadati area pelabuhan alternatif ini.
Pelabuhan Ciwandan kembali difokuskan oleh pemerintah untuk mengurai kepadatan yang biasa terjadi di Pelabuhan Merak. Khususnya bagi para pemudik motor dan truk logistik yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatera.
Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi memprediksi, puncak arus mudik Lebaran untuk kendaraan roda dua di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, terjadi pada tanggal 18 hingga 19 Maret.
"Sesuai dengan prediksi, puncaknya adalah hari ini, tanggal 18 Maret. Perkiraan kami sampai tanggal 19 Maret masih akan terjadi kepadatan," kata Menhub Dudy saat meninjau langsung kelancaran arus mudik di Pelabuhan Ciwandan, Rabu dini hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Rabu dini hari, volume kendaraan roda dua mengalami lonjakan yang sangat signifikan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Para pemudik tampak berbondong-bondong tiba di area pelabuhan secara berkelompok. Mayoritas memilih melakukan perjalanan pada malam atau dini hari untuk menghindari teriknya matahari selama perjalanan dari kawasan Jabodetabek.
Antrean kendaraan tampak mengular namun tetap bergerak perlahan menuju area pemeriksaan tiket dan kantong parkir pelabuhan. Petugas di lapangan tampak sibuk namun sigap mengatur ritme masuknya ribuan sepeda motor ke dalam area pelabuhan ,agar proses antrean muat berjalan tertib dan tidak menimbulkan kekacauan lalu lintas.
Demi menjaga kenyamanan para pemudik yang harus mengantre, otoritas pelabuhan telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang memadai. Tenda-tenda berukuran besar dilengkapi dengan kipas angin pendingin (blower), didirikan di area tunggu kendaraan agar pemudik bisa beristirahat sejenak sambil menunggu giliran naik ke kapal.
Selain itu, terdapat posko kesehatan, toilet portabel yang diperbanyak, serta pembagian makanan ringan untuk menemani waktu tunggu pemudik. Antusiasme mudik tahun ini dirasakan langsung oleh para pemudik, salah satunya adalah Rahmat (34), pekerja asal Cikarang yang hendak pulang ke kampung halamannya di Lampung Tengah.
"Sengaja berangkat sehabis pulang kerja pada malam hari jadi cuaca di jalan lebih sejuk terus sampe di Ciwandan juga dini hari," ucapnya.
Meski harus mengantre lebih dari satu jam untuk masuk ke lambung kapal, Rahmat merasa tata kelola arus mudik tahun ini cukup teratur dan sangat terbantu dengan adanya jalur khusus motor. Diperkirakan gelombang kepadatan di Pelabuhan Ciwandan ini masih akan terus berlangsung hingga H-2 Lebaran, seiring dengan mulainya masa cuti bersama bagi pekerja swasta.
Lonjakan Kedatangan Pemudik
Menhub menjelaskan, kepadatan yang dimaksud bukanlah kemacetan yang membuat arus berhenti, melainkan lonjakan kedatangan volume kendaraan roda dua di area pelabuhan.
Ia mencatat pada hari ini terdapat pergerakan sekitar 27 ribu kendaraan. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan sekitar tiga persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Meski volume kendaraan mulai meningkat secara bertahap sejak Selasa malam, Dudy memastikan arus penyeberangan yang dikhususkan bagi motor dan truk ringan golongan 5 dan 6B di Pelabuhan Ciwandan terpantau lancar dan terkendali.
"Saudara kita yang berkendara roda dua, bisa dengan cepat kita naikkan ke kapal dan tidak terjadi penumpukan ataupun kemacetan. Mereka yang berangkat dari Bekasi, Depok, dan sebagainya bisa sampai ke Ciwandan dengan lancar," ungkapnya.
Kelancaran tersebut, menurut Dudy, membuktikan, skema pengaturan mudik tahun ini berjalan maksimal berkat sinergi dari berbagai pihak, di antaranya Korlantas Polri, Polda Banten, PT Pelindo selaku pemilik pelabuhan, serta PT ASDP yang menyediakan kapal penyeberangan.
Mengakhiri tinjauannya, Menhub mengimbau para pemudik roda dua untuk tetap memprioritaskan keselamatan berkendara di atas segalanya.
"Saya titip kepada para pemudik yang menggunakan roda dua agar berhati-hati di jalan, patuhi arahan dan petunjuk dari petugas. Tidak memaksakan diri apabila capek atau merasakan perlu untuk istirahat," tutupnya.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan, Selasa (17/3) malam adalah puncak pergerakan masyarakat di Pelabuhan Merak.
"Tercatat dari jam 8 pagi tadi sampai dengan jam 8 malam itu 12.680-an dan ini mungkin kalau diakumulasikan sampai hari ini mungkin sudah 13.000 kendaraan yang sudah reservasi," serunya.
Sementara itu, Kakorlantas Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan, negara hadir untuk memastikan perjalanan berangkat dan balik pemudik berjalan dengan lancar.
“Karena mudik dan balik ini adalah perjalanan yang penuh kebahagiaan, perjalanan yang rindu, rindu dengan keluarganya, rindu dengan kampung halamannya, dan negara hadir untuk menjamin itu,” ungkapnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar