Periskop.id - Hanya dalam waktu 44 hari sebelum sepak mula turnamen paling bergengsi di dunia dimulai, Dewan FIFA menggelar pertemuan strategis di Vancouver, Kanada. 

Kota ini merupakan salah satu tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2026 yang akan segera berlangsung. Pertemuan tersebut dilakukan tepat sebelum dimulainya Kongres FIFA ke-76 untuk membahas berbagai kebijakan penting, terutama terkait kesuksesan finansial organisasi sepak bola tertinggi dunia tersebut.

Melihat kesuksesan komersial yang luar biasa dari turnamen sepak bola putra edisi kali ini, Dewan FIFA secara resmi menyepakati peningkatan jumlah sumber daya yang akan didistribusikan kepada seluruh 48 tim peserta. 

Peningkatan tersebut dipatok sebesar 15% dari rencana awal, sehingga total dana distribusi kini mencapai angka fantastis yaitu US$871 juta.

Rincian Kenaikan Dana dan Subsidi Tim

Keputusan untuk menambah anggaran ini bertujuan untuk memastikan setiap negara peserta memiliki persiapan yang maksimal dalam menghadapi persaingan di tingkat dunia. 

Dana tambahan yang disiapkan FIFA tersebut akan dialokasikan ke dalam beberapa bagian utama sebagai berikut:

  • Dana Persiapan Tim: Setiap tim peserta akan mendapatkan kenaikan dana persiapan yang signifikan, dari semula US$1,5 juta menjadi US$2,5 juta.
  • Dana Kualifikasi: Alokasi dana kualifikasi juga mengalami peningkatan dari sebelumnya US$9 juta menjadi US$10 juta.
  • Kontribusi Tambahan dan Fasilitas: FIFA menganggarkan total lebih dari US$16 juta sebagai subsidi biaya untuk delegasi tim serta peningkatan alokasi tiket bagi masing-masing tim peserta.

FIFA juga memastikan bahwa sisa pendapatan yang diperoleh akan terus didistribusikan kembali untuk pengembangan sepak bola global. Dana tersebut akan disalurkan demi kepentingan seluruh 211 Asosiasi Anggota yang bernaung di bawah bendera FIFA.

Pernyataan Presiden FIFA Mengenai Posisi Keuangan

Peningkatan distribusi dana ini tidak terlepas dari kondisi keuangan internal FIFA yang sedang berada pada titik puncaknya. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan rasa bangganya terhadap transparansi dan kesehatan finansial organisasi yang ia pimpin.

“FIFA bangga berada dalam posisi keuangan paling solid sepanjang sejarah kami, yang memungkinkan kami membantu seluruh Asosiasi Anggota dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah satu lagi contoh bagaimana sumber daya FIFA diinvestasikan kembali ke dalam permainan,” ujar Gianni Infantino sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA pada Rabu (29/4).

Langkah ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa keuntungan komersial dari industri sepak bola dapat dikembalikan secara langsung kepada para aktor utama di lapangan hijau dan seluruh asosiasi yang bekerja memajukan olahraga ini di seluruh penjuru dunia. 

Dengan suntikan dana yang lebih besar, harapan untuk menyaksikan persaingan yang lebih kompetitif dan merata pada Piala Dunia 2026 semakin tinggi.