periskop.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan jemaah haji Indonesia wajib membayar dam melalui program resmi Adhahi milik Pemerintah Arab Saudi. Kemenhaj turut memastikan kelancaran operasional pelayanan jamaah pada hari ke-12.

​"Jemaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi," ungkap Kepala Biro Humas Kemenhaj Moh. Hasan Afandi dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (2/5).

​Hasan mengingatkan para tamu Allah menghindari proses pembayaran denda di luar mekanisme resmi negara setempat.

​Kemenhaj dengan tegas melarang jemaah melakukan transaksi pembelian hewan kurban secara mandiri di pasar lokal.

​"Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar," sebut Hasan.

​Hasan memastikan penyelenggaraan proses pemberangkatan menuju Tanah Suci sejauh ini berlangsung tertib dan sangat terkoordinasi.

​"Alhamdulillah, berdasarkan data hingga Jumat, 1 Mei, sebanyak 175 kloter dengan 68.082 jemaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci," paparnya.

​Kemenhaj mencatat 64.129 orang jemaah dari 165 kelompok terbang sukses mendarat aman di Kota Madinah.

​Data keberangkatan turut merinci kedatangan 19 kelompok terbang berisi 7.387 orang jemaah di wilayah Makkah.

​Petugas mengawal ketat pergerakan ribuan jemaah dari Madinah menuju Makkah secara bertahap demi faktor keselamatan.

​Pemerintah terus memantau ketat kondisi fisik tamu Allah dengan total 5.576 jemaah kini menjalani proses rawat jalan.

​Tim medis juga merujuk ratusan orang ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan Rumah Sakit Arab Saudi.

​Hasan turut mengumumkan kabar duka atas berpulangnya dua jemaah asal Kabupaten Pekalongan dan Kota Samarinda.

​Daftar jemaah asal Indonesia tutup usia di Tanah Suci kini mencapai total tujuh orang.

​"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tutur Hasan.

​Hasan mengimbau jemaah senantiasa menjaga kondisi fisik akibat paparan cuaca panas ekstrem Arab Saudi.

​Ia meminta jemaah mengatur waktu ibadah, memperbanyak konsumsi air putih, serta tidak membawa barang bawaan berlebihan.

​"Fokus kami adalah memastikan jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman," pungkas Hasan.