Periskop.id - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas one way (satu arah) nasional, mulai dari KM 70 Cikampek sampai dengan KM 414 Kalikangkung Rabu (18/3) siang.

“Yang jelas besok, mungkin langsung dipimpin oleh Pak Menteri Perhubungan (Menhub) juga, akan dilakukan flag off one way nasional arus mudik yang dilaksanakan pukul 12.00 WIB,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Jawa Barat, Selasa (17/3) malam.

Adapun pada Selasa (17/3), ia mengatakan, Korlantas telah menerapkan one way sepenggal tahap pertama di jalur one way nasional pada KM 70 sampai dengan KM 263 pada pukul 15.00 WIB.

“Mendasari dari arahan Bapak Kapolri, arahan Pak Menhub, dan diskusi dengan Dirut Jasa Marga bahwa pada pukul 12.00 ada bangkitan arus. Oleh sebab itu, kami segera melapor kepada Bapak Kapolri untuk melakukan langkah-langkah sesuai dengan SKB (surat keputusan bersama),” jelasnya. 

Selain itu, Korlantas juga memberlakukan rekayasa contraflow di jalan tol KM 55 hingga KM 70, untuk mengatur arus lalu lintas yang menuju ke tol Trans Jawa. Ia memastikan, pihaknya akan terus memantau situasi di lapangan.

“Apakah malam nanti ada puncak arus? Nanti kami akan koordinasi dengan Dirut Jasa Marga. Manakala ada bangkitan arus lagi, kemungkinan nanti akan bisa kita perpanjang untuk one way-nya itu. Tetapi kalau sudah landai, nanti akan tetap kita evaluasi,” ucapnya.

One Way Sepenggal
Untuk diketahui, sejatinya kendaraan pemudik dari arah Jakarta di Tol Cikampek-Palimanan (Cipali), Selasa (17/3) petang, sudah mulai menggunakan seluruh jalur untuk mengarah ke Jawa Tengah, di hari pertama kebijakan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way, dalam momen arus mudik Lebaran 2026.

Baik kendaraan roda empat maupun bus pengangkut penumpang, sudah bisa menggunakan seluruh jalur itu menuju ke arah timur mulai dari selepas memasuki Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama) di Kilometer (KM) 70.

Aparat pengatur lalu lintas pun sudah menutup dan mengosongkan kendaraan yang menuju ke arah Jakarta, termasuk di GT Cikatama. Adapun kendaraan yang masih bisa menggunakan jalur yang mengarah ke Jakarta, hanya dimulai dari Tol Jakarta-Cikampek (Japek) saja.

Sedangkan arus kendaraan pemudik yang mengarah ke Jawa Tengah, terpantau mampu melaju dengan kecepatan cukup cepat, karena situasi lalu lintas lancar. Hingga menjelang malam, belum ada kepadatan yang berarti dalam kondisi one way di sekitar Cikampek.

Kesiapan Gardu Tol
Sementara iru, PT Jasa Marga memastikan seluruh petugas sudah dipersiapkan guna menyelenggarakan rekayasa lalu lintas satu arah di Tol Trans Jawa atau One Way Nasional mulai dari Kilometer (KM) 70 Cikampek hingga KM 414 Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol Ria Marlinda Paalo mengatakan, rekayasa itu diproyeksikan akan berlaku pada Rabu (18/3) besok, menyusul prediksi puncak arus mudik Lebaran 2026.

"Untuk proyeksi kami, 18 Maret memang merupakan puncak arus mudik," kata Eva di Kantor Jasa Marga Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa.

Selain itu, pihaknya juga sudah mempersiapkan layanan transaksi di gardu GT Cikampek Utama, sebagai pintu awal untuk memasuki rekayasa satu arah tersebut.

Biasanya, kata dia, GT Cikampek Utama hanya mengoperasikan 18-19 gardu yang melayani kendaraan untuk kedua arah. Namun pada Selasa ini, ketika skema one way sepenggal diberlakukan, pihaknya pun telah mengoperasikan 22 gardu. Semuanya dikhususkan untuk arus mudik ke arah timur atau Jawa Tengah.

Di sisi lain, dia mengatakan pihaknya juga sudah mempersiapkan rest area yang ada untuk bisa melayani semua pemudik, yang menyesuaikan dengan kebijakan rekayasa lalu lintas itu. "Jadi semuanya sudah kami antisipasi," tandasnya.