periskop.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya meminta pemerintah melakukan audit nasional terhadap lembaga penitipan anak atau daycare.

 

Hal itu dia sampaikan usai terungkapnya dugaan kekerasan dan penelantaran terhadap puluhan anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

 

“Pemerintah harus melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh daycare, khususnya yang belum memiliki izin operasional,” kata Atalia dalam keterangan tertulis dikutip pada Selasa (28/4).

 

Atalia menegaskan, persoalan utama dalam kasus ini bukan terletak pada minimnya regulasi, melainkan lemahnya implementasi, pengawasan rutin, dan koordinasi antarinstansi di tingkat daerah.

 

Menurutnya, aturan terkait perlindungan anak dan operasional daycare sejatinya sudah cukup memadai, namun belum dijalankan secara konsisten.

 

“Kasus ini harus menjadi momentum evaluasi nasional terhadap sistem pengawasan daycare,” ujarnya.

 

Audit nasional terhadap daycare menurutnya mendesak seiring kebutuhan terhadap jasa penitipan anak.

 

“Negara harus memastikan setiap daycare benar-benar aman, layak, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak,” ucapnya.

 

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan kekerasan dan penelantaran itu terungkap setelah aparat kepolisian menggerebek Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

 

Pengungkapan kasus bermula dari aduan sejumlah orang tua yang menemukan luka lebam pada tubuh anak mereka, disertai kesaksian adanya balita yang diduga dikunci di kamar mandi oleh pengasuh.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Polresta Yogyakarta mencatat sedikitnya 53 anak diduga menjadi korban kekerasan, penelantaran, dan perlakuan diskriminatif di fasilitas tersebut.

 

Polisi sudah menetapkan 13 orang sebagai tersangka yang terdiri dari kepala yayasan, kepala sekolah, serta 11 pengasuh.